Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Agustus 2024 | 16.51 WIB

Ekuitas Indonesia dan Malaysia Jadi Favorit Investor Asing, Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada Bikin IHSG Melorot 65,92 poin

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Miftahul Hayat/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

JawaPos.com–The Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal kemungkinan pemangkasan suku bunga acuan bakal segera dilakukan. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) itu melihat tren penurunan inflasi ke depan yang di saat bersamaan terdapat risiko pelemahan pasar tenaga kerja. Di sisi lain, disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi jadi daya tarik Indonesia terhadap investor.

Analis pasar modal Hans Kwee menilai, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren penguatan pekan ini. Sejalan dengan pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell bahwa sudah saatnya menyesuaikan kebijakan dalam pertemuan tahunan di Jackson Hole, Wyoming, Jumat (23/8). Meski inflasi menurun cukup signifikan, kini perhatian The Fed mencermati kondisi pasar tenaga kerja untuk menjaga perekonomian AS tetap kuat.

”Dalam simposium ekonomi Jackson Hole, Jerome Powell mengonfirmasi waktu pemotongan bunga dalam waktu dekat setelah tekanan inflasi mereda,” ucap Hans kepada Jawa Pos.

Saham emerging market, lanjut dia, diperdagangkan dengan diskon paling besar terhadap ekuitas AS sejak kepanikan Covid-19 pada Maret 2020. Hal itu mendorong potensi berlanjutnya aliran dana asing masuk ke pasar emerging market. Nah, ekuitas di Indonesia dan Malaysia menjadi pilihan utama.

Indonesia diuntungkan disiplin fiskal dan pertumbuhan ekonomi yang stabil. Sedangkan Malaysia menjadi negara favorit bagi perusahaan teknologi dunia untuk membangun fasilitas pusat data di kawasan Asia Tenggara bernilai miliaran dolar AS. Seperti Google, Nvidia, hingga Microsoft. Tak ayal, rupiah dan ringgit menjadi mata uang dengan kinerja terbaik.

”Dari berbagai sentimen tersebut IHSG berpotensi menguat dengan support di level 7.460 sampai 7.376 dan resistance pada 7.594 hingga 7.650,” ujar Hans Kwee, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Trisakti itu.

Meski, pada Kamis (22/8) IHSG sempat drop akibat demonstrasi besar menolak revisi Undang-Undang (UU) Pilkada, menurut Hans, Komisi Pemilihan Umum (KPU) perlu tetap konsisten dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghindari potensi demo besar yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.

Demonstrasi besar di DPR menolak revisi UU Pilkada itu membuat IHSG melorot 65,92 poin atau 0,87 persen ke level 7.488,676. Sektor infrastruktur mengalami koreksi terdalam sebesar 1,50 persen. Perdagangan juga tampak lesu. Tecermin dari nilai transaksi yang terjadi hanya sebesar Rp 3,95 triliun.

Associate Director Of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, IHSG bergerak melemah akibat adanya goncangan perpolitikan. Yang seharusnya DPR melakukan rapat paripurna pengesahan revisi UU Pilkada. Namun, legislatif menunda rapat tersebut akibat kuota kuorum yang belum memenuhi.

”Apa saja yang akan disahkan? Yang pertama, peraturan ambang batas terbaru yang telah disahkan MK hanya berlaku untuk partai politik yang tidak punya kursi DPRD. Dan yang kedua, Baleg tetap pada putusan Mahkamah Agung di mana usia pemimpin daerah terpilih akan dihitung saat pelantikan, bukan saat pencalonan sebagaimana yang ditetapkan MK,” beber Maximilianus Nico Demus.

Data perdagangan saham Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 19 sampai 23 Agustus ditutup pada zona positif. Selama sepekan lalu, peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian bursa dengan peningkatan sebesar 106,10 persen menjadi Rp 19,21 triliun. Rata-rata volume transaksi harian bursa juga naik 17,65 persen secara mingguan menjadi 19,68 miliar lembar.

Begitu pula, rata-rata frekuensi transaksi harian bursa tumbuh 6,91 dibandingkan pekan sebelumnya menjadi 1,09 juta kali. IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 1,51 persen pada level 7.544,298 dari 7.432,090 pada penutupan pekan sebelumnya.

”IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang masanya pada pekan lalu dalam tiga hari beruntun pada 19 sampai 21 Agustus 2024,” ucap Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad.

Pergerakan investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 2,94 triliun pada penutupan perdagangan pekan lalu. Sepanjang 2024 investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp 12,63 triliun.

Penutupan IHSG Sepekan Terakhir

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore