Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Januari 2024 | 00.30 WIB

Potensi Panas Bumi Indonesia Besar Capai 40 Persen dari Dunia

Ilustrasi pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia. - Image

Ilustrasi pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia.

JawaPos.com–Indonesia dikaruniai potensi panas bumi yang cukup besar. Yakni mencapai 40 persen dari potensi panas bumi di dunia.

Untuk mendukung era transisi energi guna memenuhi target net zero emission, potensi panas bumi di Indonesia perlu mendapatkan porsi yang memadai. Yakni dengan menghasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang bersifat berkelanjutan.

Anggota DEN dan Dosen Pascasarjana Energi Terbarukan Universitas Darma Persada As Natio Lasman mengungkapkan, baru sekitar 10 persen atau 2,4 GW potensi panas bumi yang dimanfaatkan untuk PLTP. Karena itu, perlu dukungan dari berbagai pihak untuk mendukung percepatan pengembangan panas bumi di Indonesia.

”Dalam upaya ini, seruan dukungan dari berbagai pihak menjadi krusial. Terutama, penting untuk menggandeng universitas dalam mendukung langkah-langkah menuju misi ini. Saya rasa kontribusi pendidikan, terutama melalui peran universitas, akan menjadi pilar utama yang baik untuk mewujudkan visi bersama menciptakan percepatan pengembangan panas bumi,” tambah As Natio dalam keterangan resmi.

Sejalan dengan hal tersebut, Sekolah Pascasarjana Energi Terbarukan Universitas Dharma Persada (Unsada) menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan energi terbarukan. Salah satunya dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) khusus mengenai potensi panas bumi. FGD dihadiri berbagai sektor seperti pemerintah, praktisi industri, asosiasi, akademisi, maupun mahasiswa.

Kepala Program Studi Teknik Energi Terbarukan Sekolah Pascasarjana Universitas Darma Persada Aep Syaepul Uyun mengungkapkan, FGD itu ditujukan untuk berkolaborasi dalam merancang solusi inovatif yang dapat meningkatkan pemanfaatan panas bumi sebagai sumber energi yang berkelanjutan.

”Kami percaya bahwa universitas memiliki peran kunci dalam memajukan teknologi berkelanjutan, dan energi panas bumi menjadi fokus utama kami saat ini. Melalui FGD ini, kami ingin menciptakan platform kolaboratif untuk mendukung riset inovatif dan pengembangan proyek-proyek yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap keberlanjutan lingkungan,” ungkap Aep.

Aep menambahkan, di Gedung Rektorat Universitas Dharma Persada itu diharapkan dapat menjadi forum yang produktif untuk mengidentifikasi potensi kolaborasi antara sektor pemerintah, industri, dan akademisi. Selain itu, merumuskan langkah-langkah strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi di Indonesia.

Dengan menggabungkan perspektif dari berbagai pihak, lanjut dia, FGD itu diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan untuk merangsang pertumbuhan sektor energi panas bumi di Indonesia.

”Ini sejalan dengan komitmen negara dalam mencapai target energi terbarukan dan net zero emission,” tambah Aep.

Sementara itu menurut As Natio, kegiatan itu bersinergi menghadirkan berbagai pihak untuk duduk bersama berdiskusi mengenai tantangan dan keuntungan dalam mengembangkan PLTP di Indonesia.

FGD dilaksanakan pada 20 Januari dengan menghadirkan pembicara di antaranya Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Kementerian ESDM Harris Yahya, Anggota DEN dan Dosen Universitas Dharma Persada As Natio Lasman, dan Praktisi Industri Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim. Mereka akan membahas dari aspek pemerintah, akademis, dan praktisi, dengan memberikan pandangan mengenai tantangan yang dihadapi dalam mengembangkan panas bumi di Indonesia.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore