
Airlangga Hartarto di Istana Negara, Senin (21/10). (Raka Denny/Jawa Pos)
JawaPos.com - Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan, pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada pengendalian pandemi secara disiplin. Tentunya dengan dukungan perbaikan sistem ketahanan kesehatan.
"Selain itu, respons kebijakan ekonomi yang tepat juga menjadi salah satu kunci untuk memastikan proses pemulihan," kata Airlangga dalam acara Pembekalan Kepemimpinan Pemerintah dalam Negeri bagi Bupati dan Wali kota beserta Wakil, secara virtual pada Selasa (24/8).
Airlangga juga menjelaskan, guna mendukung pemulihan ekonomi, pemerintah berkomitmen untuk terus melakukan pengendalian pandemi Covid-19 melalui berbagai kebijakan. Karena, pemerintah akan terus melakuan pengendalian pandemi lewat respon berbagai kebijakan.
"Sebab, dengan diberlakukannya PPKM Level 3 di wilayah aglomerasi, diharapkan bisa meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi sehingga di akhir tahun ini secara year on year kita bisa mencapai sebesar 3,7 – 4,5 persen,” kata Airlangga.
Selain itu, melalui refocusing APBN, pemerintah berkomitmen untuk mendorong kenaikan anggaran Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021, sehingga saat ini telah mencapai sebesar Rp 744,77 triliun.
"Refocusing ini diarahkan untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan PPKM melalui peningkatan anggaran berbagai perlindungan sosial. Seperti percepatan pencairan Bansos Tunai, peningkatan jumlah penerima dan manfaat Kartu Sembako, melanjutkan Program Diskon Listrik, penambahan anggaran Kartu Pra Kerja dan Bantuan Subsidi Upah," ujar Airlangga.
Perekonomian Indonesia pada kuartal II tahun 2021 mengalami pertumbuhan mencapai 7,07 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut didukung oleh faktor Konsumsi Rumah Tangga dan Konsumsi Pemerintah sepanjang tahun. Airlangga mengatakan, dua faktor pendukung tersebut merupakan andalan bagi engine perekonomian Indonesia.
Selama semester I tahun 2021, realisasi belanja negara tumbuh sebesar 9,5 persen (yoy), yang ditopang dari tingginya realisasi belanja Pemerintah Pusat; terutama belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
“Kita lihat engine perekonomian dari APBN untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional tumbuh 8,06 persen yoy. Dan ini penting karena APBN merupakan agregat dari APBD. Untuk itu, di Bulan Agustus ini Bupati dan Walikota harus mengakselerasi belanja daerah. Karena ini adalah engine yang bisa mempertahankan pertumbuhan baik di pusat maupun di daerah,” ujar Airlangga

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jadwal dan Link Live Streaming Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang Hari Ini, Kick-off 15.30 WIB di Gelora Bung Tomo
Prediksi Skor Spanyol vs Argentina di Final Piala Dunia 2026: La Roja Siap Gagalkan Mimpi Indah Lionel Messi Cs
Resmi! Daftar Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang, Alex Martins Starter, Ramadhan Sananta Cadangan
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs PSIS Semarang: Alex Martins Jadi Mesin Gol Baru Green Force
