Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 November 2023 | 19.30 WIB

Sampai Tahun Depan, Indonesia Punya Kontrak Ekspor Produk Perikanan dengan Tiongkok senilai USD 25 Juta

ILUSTRASI Kinerja ekspor ikan menuju sejumlah negara diprediksi mengalami lonjakan berarti. Hal ini menyusul banyaknya aksi pencurian ikan atau illegal fishing yang berhasil dicegah. - Image

ILUSTRASI Kinerja ekspor ikan menuju sejumlah negara diprediksi mengalami lonjakan berarti. Hal ini menyusul banyaknya aksi pencurian ikan atau illegal fishing yang berhasil dicegah.

JawaPos.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebutkan Indonesia memiliki kontrak ekspor hasil perikanan dengan Tiongkok sebesar USD 25 juta hingga 2024 mendatang.

 "Kontraknya sekitar 25 juta dolar AS. Ini cukup bagus. Sampai tahun depan (2024), tapi harusnya ini bisa kita besarkan terus," ujarnya saat ditemui di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, kemarin.

Trenggono memaparkan, komoditas yang diekspor ke Tiongkok meliputi cumi, ikan pakis, tuna, udang, kepiting, bawal, kerapu, hingga layur. Trenggono juga menuturkan, ekspor produk perikanan dalam negeri pada 2022 membukukan capaian sebesar USD 6,2 miliar dengan pasar utama Amerika Serikat, Tiongkok, dan Jepang.
 
Sementara capaian ekspor hingga saat ini sudah mencapai USD 4,3 miliar. Meski belum menyaingi capaian pada 2022 lalu, dirinya yakin dengan waktu yang tersisa jelang akhir 2023 ini capaian ekspor dapat terus digenjot.
 
"Yang sudah dicapai tahun 2022 itu ada USD 6,2 miliar. Sekarang sudah USD 4,3 miliar. Jadi, memang turun sedikit ya, tapi kita masih ada beberapa bulan ini, saya kira kita masih bisa kejar minimal sama (dengan tahun 2022)," imbuhnya.
 
Penurunan ekspor produk boga bahari ke negeri Tirai Bambu ini dinilainya karena penurunan permintaan dari pasar internasional, sementara permintaan hasil perikanan dalam negeri masih tinggi.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) Budi Sulistiyo mengungkapkan, target ekspor hasil perikanan pada 2023 sebesar USD 6,7 miliar. Soal penurunan ekspor, dia mengungkapkan hal ini disebabkan sejumlah negara tengah memasuki masa pemulihan ekonomi.
 
"Ini kegiatan perdagangannya agak mengalami perlambatan karena masing-masing negara sedang recovery ekonominya," ujarnya.
 
Dengan persoalan itu, pihaknya menyiapkan strategi untuk mendorong pemanfaatan atau konsumsi ikan di Indonesia. Sehingga ini hasil perikanan juga dapat menjadi nilai ekonomi, terserap di dalam negeri.
 
Tidak hanya mengandalkan ekspor, lanjut Budi, namun juga masyarakat ini juga melakukan pembelian ikan, melakukan promosi-promosi, kemudian menggabungkan business matching antara asosiasi jasa boga, perhotelan, dan sebagainya kepada masyarakat.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore