Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 17.29 WIB

Menkeu Minta Profesi Keuangan Cermati Risiko Terkait Perekonomian

Menkeu Sri Mulyani  saat membuka Profesi Keuangan Expo 2023 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. (Istimewa). - Image

Menkeu Sri Mulyani saat membuka Profesi Keuangan Expo 2023 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. (Istimewa).

JawaPos.com - Profesi keuangan sektor Indonesia harus siap mengawal perekonomian yang makin penuh tantangan. Hal ini bisa dilakukan dengan menyusun risiko dengan cermat, menyampaikan informasi dengan akurat dan kredibel, serta menjunjung tinggi integritas profesinya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengingatkan ini saat membuka Profesi Keuangan Expo 2023 di Auditorium Dhanapala, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta Pusat. Perhelatan ini diinisiasi Pusat Pembinaan Profesi Keuangan (PPPK) Kemenkeu bekerja sama dengan 13 asosiasi profesi di bawah pembinaan Kemenkeu, termasuk Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).

Menurut Sri Mulyani, belajar dari krisis keuangan yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir, mulai dari krisis moneter tahun 1998, krisis keuangan tahun 2008, hingga krisis akibat pandemi Covid-19 yang baru saja usai, profesi keuangan memainkan peran yang sangat penting dalam mengantisipasi dan mengatasi dampak krisis.

Para profesional dan generasi muda perlu memahami dan mempelajari mengapa keuangan dapat menjadi sumber krisis dan mengapa keuangan memiliki konsekuensi penting dalam sebuah perekonomian.

“Karena itu, profesi keuangan harus bisa menjaga tingkat kepercayaan publik, menjaga independensi dan integritas profesional, serta selalu menghindari konflik kepentingan dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” ujarnya.

Para profesional keuangan diharapkan untuk lebih mendalam dalam menjelaskan sifat risiko terkait dengan perubahan iklim kepada pembuat kebijakan di berbagai sektor, termasuk korporasi, sektor keuangan, bank, asuransi, pensiun, pasar modal, dan pemerintah.

“Para profesional keuangan harus mampu melakukan penilaian risiko dengan cermat,” ujar Menkeu.

Sejalan dengan hal tersebut, IAI sebagai asosiasi yang menaungi akuntan profesional di seluruh Indonesia, selalu mendukung setiap upaya meningkatkan akuntabilitas dan tata kelola dalam perekonomian.

Ketua Dewan Pengurus Nasional IAI, Ardan Adiperdana menegaskan, di tengah berbagai tantangan, profesi akuntan akan selalu berada pada khittahnya sebagai penjaga integritas perekonomian, melalui tugas dan fungsi keprofesian yang dijalankannya.

“Dalam profesi kita, integritas dan profesionalisme adalah mahkota. Karena itu profesi akan selalu menjaga integritas dan profesionalisme anggotanya melalui penegakan etika dan standar profesi,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore