
Direktur Utama BRI Insurance Rachmat Budi Legowo (Foto: Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com - BRI Insurance (BRINS) menyediakan Asuransi Mikro Kerusakan Tempat Usaha (KTU). Produk ini dihadirkan sebagai bentuk komitmen BRINS dalam melindungi dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, salah satunya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Direktur Utama BRI Insurance Rachmat Budi Legowo menjelaskan, melalui Asuransi Mikro KTU yang preminya ditetapkan mulai dari Rp 40 ribu per tahun, pihaknya akan memberikan santunan berupa uang apabila peserta asuransi mengalami kerusakan tempat usaha akibat terjadinya salah satu atau beberapa musibah yang tercantum dalam polis.
Bahkan, BRINS menjamin kemudahan bagi para pelaku UMKM yang berminat untuk melindungi usahanya dari sejumlah risiko.
"Kalo Asuransi mikro ini sesuai dengan slogannya, SMES. Yakni Sederhana, Mudah, Ekonomis, Segera. Jadi kita enggak pakai survei. Jadi tempat usaha itu preminya, kita pack di harga Rp 40 ribu dan Rp 50 ribu setahun dan ini tidak kita survei," kata Budi Legowo dalam acara "Media Gathering BRI Insurance Sapa Media" di Jakarta, Kamis (20/7).
Mantan Direktur Bisnis BRINS ini menjelaskan, adapun objek pertanggungan yang dimaksud, yakni tempat usaha. Bisa berupa warung, kios, bangunan lapak, hingga gerobak.
Sementara itu, risiko yang dijamin dalam Asuransi Mikro KTU ini meliputi kebakaran, ledakan kompor atau tabung gas, kejatuhan pesawat terbang, kebakaran bangunan sekitar. Lalu, kerusuhan, tertabrak kendaraan, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami.
Kemudian, santunan yang akan diberikan BRINS kepada pemilik polis Asuransi Mikro KTU yakni sebesar Rp 5 juta yang bisa digunakan untuk memulai usaha kembali.
"Penggantian 5 juta itu untuk para umkm kita yang pakai gerobak, starling, kopi keliling, warung warung. Begitu kejadian, langsung kita bayar Rp 5 juta. Karena dia moveable banget jadi memang preminya sendiri penggantiannya Rp 5 juta agar bisa segera buka usaha kembali," jelasnya.
Lebih lanjut, Budi merinci risiko yang menjadi pengecualian dalam Asuransi Mikro KTU. Mulai dari musibah/bencana alam yang disebabkan selain risiko yang disebutkan.
Lalu, kesengajaan tertanggung, mengajukan dokumen atau alat bukti palsu, serta usaha yang diasuransikan termasuk usaha yang tidak memiliki izin usaha atau kegiatan yang melanggar hukum.
Tak hanya Asuransi Mikro KTU, BRINS juga menyediakan Asuransi Mikro Rumahku yang memberikanproteksi terhadap bangunan tempat tinggal tertanggung atau tempat tinggal merangkap tempat usaha rusak akibat terjadinya salah satu atau beberapa musibah yang tercantum dalam polis. Salah satunya kebakaran.
Adapun manfaat yang diberikan, sebesar Rp 15 juta untuk santunan kebakaran dan Rp 5 juta untuk santunan meninggal dunia akibat peristiwa kebakaran bangunan yang diasuransikan. Produk ini memiliki premi mulai dari Rp 30 ribu per tahun, atau bisa mencapai Rp 100 ribu per tahun disesuaikan dengan risiko yang akan disertakan dalam polis.
Nantinya, pemilik polis akan dibedakan berdasarkan manfaat paket seperti Silver, Gold, dan Platinum.
"(Manfaat paket) Gold, gempa bumi tidak dijamin, begitu platinum semuanya terjamin. Tadi saya bilang Rp 30 ribu belum plus biaya itu yang ini hanya kebakaran saja," tandasnya.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
