
Gubernur BI Perry Warjiyo memaparkan capaian program GNPIP 2022 di kantor Bupati Purwakarta, Rabu (5/4).
JawaPos.com - Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengendalian inflasi pangan. Termasuk memastikan terkendalinya inflasi menjelang Idul Fitri. Sasarannya, agar inflasi bisa turun di bawah 4 persen.
“Kalau harga pangan terkendali dan terjangkau, urusan perut tercapai. Kalau urusan perut tercapai, masyarakatnya sejahtera. Gemah ripah loh jinawi,” kata Perry Warjiyo dalam Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Jawa, di kantor Bupati Purwakarta, Rabu (5/4).
Menurut dia, pergerakan inflasi masih menjadi fokus pekerjaannya. Mengingat, tantangan inflasi global yang masih tinggi berkisar 5-6 persen. Oleh karena itu Indonesia harus mengantisipasi agar tak terkena imbas.
“Inflasi masih harus kita tongkrongi. Pertama, kecukupan pasokan. Tak hanya di dalam daerah tapi antar daerah. Juga faktor musiman. Itu harus kita atas bersama,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, BI bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) se-Jawa meluncurkan dua program unggulan. Yaitu digitalisasi hulu hilir sektor pangan dan quick wins pengendalian inflasi pangan jangka pendek. Dengan demikian, akan memperkuat dan memperluas penerapan digitalisasi produksi pangan secara end-to-end. Serta, mendorong produktivitas guna mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional.
Implementasinya, digitalisasi hulu ke hilir mulai sisi produksi, pasca panen, pergudangan, pengolahan, pemasaran, hingga pembiayaan pada sektor pangan melalui optimalisasi peran UMKM. Termasuk pesantren dengan penyusunan bisnis model digital farming.
Untuk program quick wins pengendalian inflasi pangan jangka pendek, terdiri dari gelaran operasi pasar dan gelar pangan murah komoditas pangan strategis di 277 titik se-Jawa. Selain itu, juga perluasan kerjasama antar daerah, efisiensi distribusi melalui penyediaan jasa logistik dan storage yang terjangkau, hingga optimalisasi pengembangan dan pendampingan pupuk organik.
Perry berharap upaya tersebut dapat menjadi akselerator langkah konkret bersama untuk mengendalikan tekanan inflasi pangan, mendorong produksi, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
“Sinergi dan Inovasi untuk menjaga ketahanan pangan melalui TPIP/TPID dan GNPIP adalah pengejawantahan filosofi luhur bekerja bersama, silih asih (saling peduli), silih asah (saling belajar) dan silih asuh (saling membimbing) demi kesejahteraan rakyat,” ucapnya.
BI berkomitmen untuk menjaga terkendalinya inflasi volatile food dan ekspektasi inflasi. Melalui penguatan dukungan fasilitasi pasar murah, koordinasi penguatan dan perluasan kerjasama antardaerah, serta penguatan koordinasi dan komunikasi kebijakan pengendalian inflasi.
“Saya tegaskan ini bukti tindak lanjut arahan presiden pengendalian inflasi. Kami BI seluruh 46 kantor mendukung. Ini sinergi. Apapun masalahnya jika kita sinergi akan berhasil. Inflasi terkendali, rakyat sejahtera, ekonomi maju,” tandas Perry.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
