
Jokowi Dumai (Setkab)
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan produksi minyak di Blok Rokan, Dumai, Riau, bisa meningkat menjadi 400 ribu barel per hari. Angka tersebut meningkat berlipat-lipat dari capaian sebelumnya sebesar 156-158 barel per hari.
Pernyataan ini disampaikan Jokowi saat melakukan kunjungan ke Blok Rokan yang saat ini dikelola oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), pada Kamis (5/1) .
"Target 400 ribu barel per hari. Dari 156-158 ribu barel per hari menuju 400 ribu barel per hari. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi tadi sudah saya sampaikan, ini target," kata Jokowi dalam keterangannya ditulis Jumat (6/1).
Lebih lanjut, Jokowi mengapresiasi kinerja PHR pascaalih kelola pada 9 Agustus 2021 lalu. Presiden mengatakan keputusan alih kelola diambil karena keyakinan akan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni.
"Sejak awal kenapa Rokan ini kita ambil alih dan tidak diperpanjang, kita ingin meyakinkan bahwa SDM kita ini mampu," ujar Presiden Jokowi.
Jokowi menambahkan, sejak dialih kelola, produksi Blok Rokan terus meningkat. Padahal, ia mengisahkan produksi Blok Rokan kian turun saat dikelola oleh Chevron.
"Dan, itu yang saya tanyakan ke Dirut Pertamina, produksinya naik atau turun? Ternyata naik. Dulu waktu dikelola Chevron turun sekarang sudah mulai naik dari 156-158 ribu barel per hari menjadi 166 ribu barel per hari. Tapi yang kita inginkan adalah sebuah peningkatan yang berlipat," imbuh Jokowi.
Jokowi juga menekankan kepada Pertamina untuk terus meningkatkan jumlah produksi guna menekan angka impor minyak. Meskipun, hal tersebut memerlukan investasi yang tidak sedikit.
"Tapi, yang paling penting jangan sampai lifting kita ini turun. Sudah berapa tahun ini turun terus, sehingga larinya semua nanti ketergantungan dengan impor. Padahal kita punya sumur-sumur bisa yang dikelola menghasilkan produksi sehingga importnya tidak banyak. pertama memerlukan teknologi, digitalisasi harus digunakan untuk memonitor," tandas Jokowi.
Dalam kunjungannya, Presiden Jokowi juga meninjau jaringan pipa transportasi minyak mentah yang ada di lokasi tersebut. Untuk di Dumai, jaringan pipa tersebut sepanjang 337 km. Selain itu, untuk unit operasi Hydrocarbon Transportation (HCT) Crude Oil Terminal Operation Center di Dumai memiliki 4 unit shipping pump, 8 unit electric booster pump, ruang kendali (control room) dan laboratorium serta rumah pompa.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menambahkan, Pertamina memiliki misi untuk meningkatkan level produksi di PHR guna mendukung pemerintah dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.
"Dengan semangat para Perwira dan Mitra Kerja, serta upaya masif dan agresif, kami berkomitmen untuk meningkatkan jumlah produksi migas untuk ketahanan energi. Ini merupakan misi kita bersama, yang tentunya akan terwujud dengan semangat dan kerja keras kita semua," ujar Nicke Widyawati.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
