Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Agustus 2021 | 02.45 WIB

Tingkatkan Kemandirian, BPPT Fokus Kembangkan 8 Bidang Teknologi

Kepala BPPT Hammam Riza. - Image

Kepala BPPT Hammam Riza.

JawaPos.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berkomitmen terus menghasilkan inovasi teknologi sesuai dengan amanat Undang-undang No. 11 Tahun 2019 mengenai Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (UU SISNAS IPTEK).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan UU tersebut merupakan sebuah dukungan kepada seluruh Kelembagaan IPTEK di Indonesia, termasuk BPPT, karena untuk pertama kalinya dalam sejarah bangsa ini berdiri, IPTEK di tempatkan sebagai landasan ilmiah pembangunan.

Pada tahun 2021, lanjut Hammam, BPPT memfokuskan diri untuk peningkatan kemandirian dan daya saing bangsa pada delapan fokus bidang teknologi, diantaranya kebencanaan, kemaritiman, kesehatan & pangan, pertahanan & keamanan, rekayasa keteknikan, transportasi, energi, dan teknologi informasi & elektronika.

Dalam fokus bidang kebencanaan, BPPT telah men-deploy lima InaBuoy di beberapa lokasi, diantaranya Gunung Anak Krakatau (28 Juli 2021), Selatan Malang (8 Maret 2021), Selatan Selat Sunda (21 Maret 2021), Selatan Bali (12 April 2021), dan Perairan Selatan Cilacap (21 Juli 2021). Kelima Inabuoy tersebut merupakan bagian dari sistem Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) dengan proyeksi deploy InaBuoy di 13 lokasi, tujuh lokasi InaCBT (cable based tsunameter), dan tiga lokasi untuk InaCAT (Coastal Acoustic Tomography) yang ditargetkan rampung pada tahun 2024.

Semua sensor tersebut akan mengirim sinyal secara simultan dan real time ke Indonesia Tsunami Observation Center (InaTOC) yang berlokasi di Kantor BPPT, Jakarta. Sinyal tersebut pun akan dikirimkan kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memverifikasi apakah benar terjadi tsunami di lokasi terdekat sensor tersebut.

Program mitigasi tsunami tersebut saat ini telah dilengkapi dengan teknologi kecerdasan artifisial (KA) di dalam sebuah sistem terintegrasi yang dinamakan PEKA-Tsunami. "Teknologi ini juga turut diaplikasikan pada upaya pencegahan kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan melalui program PEKA-API, sehingga dapat segera dilakukan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC)," kata Hammam saat memperingati HUT ke-43 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di Jakarta, Senin (23/8).

Pada fokus bidang kemaritiman, BPPT telah melakukan desain kapal mini liquefied natural gas (LNG) carrier yang telah di-approved/sertifikasi oleh Biro Klasifikasi Indonesia. Desain kapal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan PT Pertamina dalam mengakomodir kapal pengangkut LNG di daerah yang membutuhkan.

Selanjutnya fokus bidang pertahanan dan keamanan diisi dengan kegiatan pengembangan Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) Elang Hitam. Bersama dengan konsorsium, BPPT akan melanjutkan pengembangan ke tingkatan kombatan sesuai dengan arahan Presiden RI dalam menjaga teritorial Indonesia di area perbatasan. Akhir tahun ini BPPT akan melaksanakan integrasi dan uji terbang Elang Hitam tipe 1, serta dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan desain, analisis, manufaktur wahana Elang Hitam tipe 2 dan 3.

Untuk fokus bidang rekayasa keteknikan, BPPT fokus pada penanganan lingkungan dengan menghasilkan inovasi teknologi dalam penyediaan air bersih, penanganan sampah serta limbah terintegrasi yang ramah lingkungan.

Fokus bidang transportasi dibagi menjadi dua kegiatan utama, yakni isu transportasi massal serta ekosistem kendaraan listrik. Transportasi massal akan diisi oleh kegiatan desain kereta api cepat serta membangun laboratorium sistem propulsi untuk melengkapi roadmap kereta api cepat Indonesia. BPPT juga mendampingi LAPAN dalam pengembangan floater pesawat N219 Amphibi, pesawat yang mampu lepas landas di perairan.

Sementara untuk fokus bidang energi, BPPT meningkatkan kapasitas biodiesel hingga mencapai B-50. Upaya ini dilakukan dengan melaksanakan uji jalan serta pembangunan pilot plant fluid catalytic cracking 300L/hari. Inovasi biodiesel B-30 BPPT yang telah diterapkan PT Pertamina dalam produk Biosolar-nya mampu menghemat devisa negara hingga Rp 63 triliun. BPPT juga fokus pada tahap akhir PLTP Kamojang dan binary cycle di Lahendong, Jawa Barat, dalam pemanfaatan energi panas bumi.

Fokus bidang terakhir, teknologi informasi dan elektronika, diisi dengan pengembangan kecerdasan artifisial (KA). Pembentukan PIKA BPPT dan pengembangan big data melalui NeoNet dan NODC merupakan salah satu upaya dalam mendukung dokumen Strategi Nasional KA tahun 2020-2045.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore