Jajaran Komisaris dan Direksi PT Indofarma Tbk seusia RUPS Tahunan perseroan di Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Istimewa)
JawaPos.com - PT Indofarma Tbk terus melakukan transformasi melalui program efisiensi, pengedalian biaya dan optimalisasi operasional guna memperkuat fundamental usaha guna memperbaiki kinerja perusahaan.
Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode konsolidasi sekaligus penguatan fondasi bagi perseroan lewat sejumlah transformasi bisnis dengan terus memperkuat daya saing melalui pengembangan portfolio produk,optimalisasi fasilitas produksi.
"Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi industri, perseroan tetap fokus menjalankan transformasi secara disiplin dan terukur. Berbagai langkah efisiensi dan optimalisasi yang kami lakukan telah menghasilkan perbaikan kinerja yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Sahat Sihombing, Direktur Utama PT Indofarma (Persero) Tbk.
Memasuki tahun 2026, Perseroan akan melanjutkan agenda perbaikan kinerja melalui implementasi strategi Lean Manufacturing, re-balancing product portfolio, serta optimalisasi fasilitas produksi khususnya pada lini produk steril dan obat bahan alam. Dengan berbagai inisiatif tersebut, Perseroan optimistis dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, dan menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Sepanjang tahun buku 2025, perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp151,5 miliar. Meskipun masih mencatatkan rugi, Perseroan berhasil menurunkan rugi periode berjalan secara signifikan sebesar 76,7% menjadi Rp77,9 miliar dibandingkan Rp334,5 miliar pada tahun 2024.
Perbaikan tersebut salah satunya didorong oleh keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban umum dan administrasi sebesar 55,2%, meningkatkan efisiensi operasional, serta mengoptimalkan pendapatan lain-lain. Dari sisi struktur keuangan, kondisi Perseroan juga menunjukkan perbaikan yang tercermin dari membaiknya defisiensi modal dari Rp1,144 triliun menjadi Rp707 miliar, seiring dengan penurunan liabilitas jangka pendek sebesar 58%.
Indofarma memiliki Nomor Izin Edar (NIE) obat untuk berbagai kelas terapi, sebagai modal penting dalam mendukung pengembangan portofolio di masa mendatang serta terus berkontribusi dalam ketahanan Kesehatan Nasional.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
