
Ekonom Didik J Rachbini.
JawaPos.com - Prediksi bahwa RI tinggal menunggu waktu untuk masuk ke jurang resesi bukan tanpa alasan. Potensi pertumbuhan ekonomi bakal kembali negatif karena penanganan Covid-19 belum maksimal.
Berbeda dengan keyakinan menteri keuangan, ekonom senior Indef Didik J. Rachbini justru meyakini bahwa RI akan masuk jurang resesi. Dia menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal III akan terkontraksi lebih dalam. Penyebabnya, pemerintah dianggap tak serius menanggulangi pandemi. ”Indef tidak menduga sampai minus 5,32 persen. Di luar dugaan. Saya yakin kuartal III masuk resesi dan IV masuk lebih jauh lagi apabila penanganan seperti ini,” katanya.
Didik mengimbau pemerintah perlu menyelamatkan masyarakat dulu. Setelah itu ekonomi akan membaik. Pemerintah, menurut dia, tidak bisa bermimpi mampu mengatasi resesi apabila tidak mengutamakan penanganan kesehatan.
Baca juga: Ancaman Resesi Indonesia, Pertaruhan 1,5 Bulan Terakhir Kuartal III
Contohnya adalah negara-negara lain yang telah terbukti berhasil menanggulangi pandemi. ”Negara-negara yang berhasil mengatasi atau mengendalikan pandemi seperti Tiongkok dan Vietnam lebih cepat pulih ekonominya daripada Indonesia saat ini,” ungkap dia.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga pernah memproyeksikan situasi resesi. Itu didasarkan pada proyeksi ekonomi RI di kuartal III 2020 yang mencapai -1 persen. Lalu pada kuartal IV 2020 diproyeksikan tumbuh 1,38 persen.
”Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp 2.700 triliun anggaran yang sudah disiapkan, termasuk anggaran PEN (pemulihan ekonomi nasional, Red),” ujarnya.
Baca juga: Potensi Tumbuh Negatif, Indonesia Dibayangi Ancaman Resesi
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Muhammad Faisal menganalisis, krisis kali ini terutama disebabkan adanya kontraksi terhadap sisi permintaan. Itu tidak terlepas dari pilihan orang untuk menahan konsumsi. Maka, berbagai usaha pemerintah untuk menormalkan daya beli masyarakat harus lebih gencar dan tepat sasaran.
Lantas, bagaimana masyarakat menyikapi jika resesi benar terjadi? Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebutkan, ada beberapa opsi yang bisa dilakukan. Di antaranya, masyarakat harus menyiapkan dana darurat. Pada situasi saat ini, masyarakat disarankan lebih banyak menabung.
Untuk berinvestasi, masyarakat sebaiknya melirik aset-aset yang terbilang aman. Misalnya emas, surat utang pemerintah, hingga deposito yang menawarkan bunga stabil dan bisa dicairkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.
Baca juga: Ekonomi Mulai Membaik, Neraca Dagang Catat Surplus
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=UdWTKBLml6w
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Garudayaksa vs Persik di Super League: Tuan Rumah Tak Ingin Malu di Kandang!
Prediksi Skor Sevilla vs Valencia di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Amankan 3 Poin!
Prediksi Susunan Pemain Garudayaksa FC vs Persik Kediri: Septian David Incar Kemenangan!
Prediksi Skor Union Berlin vs Schalke 04 di Liga Jerman: Kans Die Knappen Bikin Tuan Rumah Terpukul
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Rennes vs Marseille di Liga Prancis: Les Rennais Siap Pesta Gol di Roazhon Park!
Dituduh Netizen Mau Lepas Tanggung Jawab Terhadap Anak, Ini Jawaban Audi Marissa
Krisis Kesehatan Mental Anak: Lingkungan Kita Ikut Membentuknya

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022