
Photo
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan segera mengumumkan kebijakan soal larangan ekspor bauksit. Keputusan ini akan diambil sebagai wujud konsistensi pemerintah terhadap hilirisasi bahan mentah di dalam negeri.
"Hilirisasi industri itu konsisten terus akan kita lakukan. Tadi pagi kita sudah berbicara, setelah nikel, tadi pagi kita berbicara mengenai bauksit. Segera kita putuskan kapan akan kita larang ekspor bahan mentah dari bauksit. Segera kita akan umumkan,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, baru-baru ini.
Kendati demikian, Jokowi tidak membeberkan kapan pastinya larangan ekspor raw material bauksit diberlakukan. Jokowi menegaskan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi pada 2023 adalah investasi.
Untuk itu, lanjut Jokowi upaya hilirisasi bahan mentah akan konsisten dilakukan. Bahkan tak hanya baik untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga bisa menambah lapangan kerja.
"Peningkatan investasi ini harus, tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena ini sangat mempengaruhi growth kita sehingga yang namanya hilirisasi industri itu konsisten terus akan kita lakukan," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, dalam beberapa kali pidatonya Jokowi cukup sering memberi sinyal-sinyal soal larangan ekspor komoditas dalam bentuk bahan mentah. Mulai dari nikel, bauksit, tembaga dan emas.
Jokowi mengatakan bakal menyetop ekspor bahan mentah timah. Namun, ia belum memastikan terkait waktunya karena hingga saat ini rencana tersebut masih dalam penghitungan yang matang.
Menurutnya, jika penghitungan sudah selesai dan matang, maka akan segera diumumkan. Hal ini dilakukan sebagai komitmen pemerintah untuk serius terhadap hilirisasi timah.
“Baru dihitung, akan kita stop kapan, baru dihitung. Nanti kalau hitungannya sudah matang, ketemu kalkulasinya, akan saya umumkan. Setop, misalnya tahun depan, atau stop tahun ini, bisa terjadi,” kata Jokowi saat meninjau proyek smelter berteknologi Top Submerged Lance (TSL) Ausmelt Furnace yang dikerjakan PT Timah Tbk di Bangka Belitung, Kamis (20/10) lalu.
Jauh sebelum itu, Jokowi juga memberi sinyal soal larangan ekspor sejumlah komoditas. Seperti disampaikan saat membuka acar peluncuran taksonomi hijau Indonesia pada Januari lalu.
Dalam kesempatan itu Jokowi menyampaikan, pembangunan infrastruktur masih terus dilakukan secara masif. Yakni dengan reformasi di bidang manufaktur dan industri, hilirisasi mineral dan ekspor barang-barang olahan hasil tambang.
“Akan terus kita tingkatkan dan bolak-balik saya sampaikan setelah nikel akan kita stop bauksit, akan itu stop tembaga, akan kita stop untuk tidak diekspor. Timah akan kita stop, emas akan kita stop, untuk tidak diekspor dalam bentuk raw material atau bahan mentah,” tegas Jokowi secara virtual, Kamis (20/1).
Selain itu, lanjutnya, pembangunan berbagai kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus juga akan terus ditambah dan ditingkatkan. Harapannya, akan dapat menjadi sumber pertumbuhan baru, meningkatkan ekspor manufaktur dan menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
