
Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia. Youtube Kementerian Investasi-BKPM/Antara
JawaPos.com - Komisi VI DPR RI menyetujui pagu indikatif dan usulan tambahan anggaran Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk 2023 sebesar Rp 1,8 triliun. Total anggaran sebesar Rp 1,8 triliun itu terdiri atas pagu indikatif sebesar Rp 646,01 miliar dan usulan tambahan anggaran sebesar Rp 1,24 triliun.
Tambahan anggaran tersebut diperuntukkan mendukung program prioritas dalam rangka mencapai target investasi di tahun 2023 sebesar Rp 1.250 triliun hingga Rp1.400 triliun. "Komisi VI DPR RI menyetujui pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM sebesar Rp646,01 miliar," kata Pimpinan Komisi VI DPR RI Martin Manurung dalam rapat kerja dengan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (10/6).
Pagu anggaran Kementerian Investasi/BKPM pada tahun 2023 tersebut terdiri dari anggaran untuk program dukungan manajemen sebesar Rp 314,3 miliar dan anggaran untuk program penanaman modal sebesar Rp 331,7 miliar. Komisi VI juga menyetujui usulan tambahan anggaran 2023 sebesar Rp 1,24 triliun.
"Komisi VI DPR RI menyetujui usulan tambahan anggaran tahun 2023 sebesar Rp 1,24 triliun yang akan untuk mendanai program prioritas dalam meningkatkan investasi pada tahun 2023," imbuh Martin.
Sebelumnya, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengusulkan anggaran kerja sebesar Rp 1,8 triliun untuk mengejar target investasi yang dipatok sebesar Rp 1.250 triliun hingga Rp 1.400 triliun.
Padahal, pagu indikatif Kementerian Investasi/BKPM pada tahun 2023 yakni hanya sebesar Rp 646,01 miliar. Rinciannya, anggaran untuk program dukungan manajemen sebesar Rp 314,3 miliar dan anggaran untuk program penanaman modal sebesar Rp 331,7 miliar.
"Maka, kami mengajukan tambahan sebesar Rp 1,24 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp 1,88 triliun," katanya.
Bahlil menjelaskan, usulan tersebut diajukan lantaran ia menilai pagu indikatif sebesar Rp 646,01 miliar tidak seimbang dengan target investasi yang dipikul, yakni hingga Rp 1.400 triliun. "Maka, target investasi kita dinaikkan menjadi Rp 1.250 triliun-Rp 1.400 triliun pada 2023. Ini yang membuat kami pusing juga, beban kami disuruh naik, tapi biaya kami dipangkas turun 50 persen. Jadi biaya kami ini, saya tidak tahu lagi teori mana yang dipakai," kata Bahlil.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
