Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Mei 2022 | 16.28 WIB

Penerimaan Pajak Januari-April 2022 Tumbuh Rp 567,69 T

Wajib pajak mencari informasi mengenai program pengungkapan sukarela (PPS) di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Senin (18/4/2022). Pemerintah memperoleh pajak penghasilan atau PPh senilai Rp6,6 triliun setelah 106 hari pelaksanaan prog - Image

Wajib pajak mencari informasi mengenai program pengungkapan sukarela (PPS) di salah satu kantor pelayanan pajak pratama di Jakarta, Senin (18/4/2022). Pemerintah memperoleh pajak penghasilan atau PPh senilai Rp6,6 triliun setelah 106 hari pelaksanaan prog

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan bahwa realisasi penerimaan pajak sampai dengan April 2022 tumbuh sebesar 51,49 persen year on year (yoy). Harga komoditas dengan basis kinerja yang rendah tahun lalu, menjadi pendorong penerimaan pajak tinggi yang diiringi juga dengan pemulihan ekonomi.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menuturkan, penerimaan pajak per Januari-April 2022 senilai Rp 567,69 triliun atau tumbuh 51,49 yoy. Angka tersebut telah mencapai 44,8 persen dari target APBN tahun ini.

"Pajak kita tumbuh sangat kuat dari Maret sampai akhir April, karena memang bulan April adalah penyerahan SPT untuk wajib pajak badan atau korporasi," ungkapnya dalam konferensi pers APBN KiTA, Senin (23/5).

Lebih detil, penerimaan ini berasal dari pajak penghasilan (PPh) non migas Rp 342,48 triliun, pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) Rp 192,12 triliun dan PPh migas Rp 30,6 triliun. Untuk perolehan pajak bumi dan bangunan (PBB) serta pajak lainnya mencapai Rp 2,43 triliun.

“sebagian besar penerimaan pajak karena komoditas dan perbaikan ekonomi kita tentu dari kinerja Direktorat Jenderal Pajak, Bea Cukai dan PNBP," terangnya.

Adapun secara keseluruhan, penerimaan negara hingga akhir April tercatat Rp 853,6 triliun atau naik 45,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, belanja negara Rp 750,5 triliun atau tumbuh 38 persen yoy.

APBN 2022 hingga April masih mencatat surplus Rp 103,1 triliun. Angka tersebut setara dengan kenaikan 0,58 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

“APBN kita dalam posisi surplus Rp 103,1 triliun bandingkan tahun lalu yang defisit Rp 138,2 triliun. Ini baliknya sangat cepat sekali atau 174,7 persen,” tandasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore