Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 27 Maret 2022 | 01.45 WIB

Dukung Gerakkan Perekonomian, 37.000 Orang Jalani Pelatihan Digital

Ilustrasi: Belanja online di Hapelnas 2021. (Dignited). - Image

Ilustrasi: Belanja online di Hapelnas 2021. (Dignited).

JawaPos.com - Lebih dari 37.000 anggota masyarakat yang berasal dari komunitas marjinal telah mendapatkan pelatihan penggunaan perangkat digital dalam mendukung berkembangnya peluang usaha, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memitigasi dampak negatif Covid-19.

Inisiatif meningkatkan kemampuan digital program Go Digital ASEAN ini senilai USD 3,3 juta ini dipelopori oleh organisasi pembangunan internasional nirlaba, The Asia Foundation dengan dukungan pendanaan filantropis Google.org.

Deputy Country Representative The Asia Foundation Indonesia Hana Satriyo mengatakan, Indonesia terkena dampak yang signifikan akibat Covid-19, dan secara realita hal ini lebih sulit dihadapi oleh masyarakat yang berada di pedesaan dan daerah terpencil.

"Pelaku usaha mikro, penyandang disabilitas dan pencari kerja di tingkat desa membutuhkan akses untuk keterampilan digital agar membuka peluang kerja baru. Program Go Digital ASEAN dikembangkan dengan mencakup kurikulum, pelatih, perangkat digital di 800 desa di mana empat dari lima penerima manfaat adalah perempuan," ujar Hana dalam keterangannya, Sabtu (26/3).

Hana menyakini, bahwa 37.000 orang yang telah mendapat manfaat dan memperoleh keterampilan digital melalui program ini, kelak akan mampu melindungi dan memperkuat mata pencaharian mereka.

Sementara APAC Lead, Google.org, Marija Ralic menuturkan, dengan tantangan ekonomi yang berkelanjutan, meningkatnya angka pengangguran, dan permintaan akan keterampilan baru, pihaknya menyadari teknologi dapat membantu tiap individu untuk mendapatkan pekerjaan, menjaga bisnis tetap berjalan dan mempelajari keterampilan baru.

"Kami sangat bangga telah mendukung program Go Digital ASEAN yang diinisiasi oleh The Asia Foundation dan melihat bagaimana hal ini telah membantu memperluas peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan komunitas yang rentan seperti perempuan dan generasi muda yang setengah menganggur di kawasan ASEAN," katanya.

Para peserta pelatihan berasal dari 800 desa di delapan provinsi di Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara, Tenggara dan Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Riau, dan Kalimantan Barat. Adapun terkait dengan komposisi peserta diketahui bahwa, empat dari lima peserta pelatihan adalah perempuan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore