
Ilustrasi Dana Desa. Kasus penyelewengan anggaran Dana Desa ternyata terjadi di Lahat, Sumatera Selatan.
JawaPos.com - Satuan Tugas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (Satgas BLBI) mengajukan anggaran kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendukung operasional kerja tahun ini. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban mengatakan, saat penugasan diberikan pada April 2021, anggaran Satgas BLBI sangat kecil.
Menurutnya, saat awal penugasan belum terbayangkan proses pengerjaannya seperti apa. Ternyata, kata Rionald sangat tugasnya sangat kompleks. Sehingga, pihaknya membutuhkan anggaran tambahan.
"Waktu 2021 anggaran kami kecil karena belum terlalu terbayangkan berapa besar kegiatan ini. Untuk 2022 kita sudah bicara lagi dengan Bu Menteri berdasarkan pengalaman ada untuk operasional," kata Rio dalam Bincang Bareng DJKN secara virtual, dikutip Sabtu (29/1).
Rionald menekankan, anggaran tambahan tersebut bukanlah untuk pembayaran gaji para pegawai. Namun, untuk kegiatan operasional penting dalam proses pekerjaan penyitaan aset negara tersebut. "Saya ngga minta naik gaji, saya ingin memastikan operasional kami bersama instansi-instansi pemerintah lain anggarannya cukup ucapnya.
Rionald menjelaskan, nantinya, anggaran operasional tersebut akan digunakan untuk proses penyitaan membutuhkan biaya. Pada kenyataannya dilapangan, memerlukan biaya untuk aparat yang bertugas melakukan penyitaan, hingga persiapan untuk melawan obligor yang membawa kasus penyitaan aset ke pengadilan.
"Kalau menyita gitu kan kita harus siapkan aparat. Juga kita mempersiapkan diri dalam hal akan ada gugatan segala macam," sebutnya.
Sebagai informasi, hingga 31 Desember 2021 Satgas BLBI telah menghimpun aset dari para obligor senilai Rp 9,82 triliun. Jumlah itu masih jauh dari target yang harus dikejar Rp 110,45 triliun sampai batas waktu Desember 2023. Adapun rinciannya, uang tunai sebesar Rp 317,7 miliar.
Selanjutnya, ada aset tanah yang telah ditetapkan statusnya dan kemudian dihibahkan kepada kementerian dan lembaga Rp 1,149 triliun, dan aset tanah yang berhasil dikuasai baik berupa properti maupun sita aset jaminan kredit dengan estimasi nilai sekitar Rp 8,35 triliun.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
