
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat hadir dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI dengan Menteri Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (20/9/2021). Rapat kerja tersebut beragendakan penyerahan Daftar Investarisasi Masalah (DIM) RUU tentang Hubu
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani membahas soal kesetaraan gender di hari Ibu ini. Menurutnya, dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pemerintah telah mendukung anggaran berbasis gender melalui program gender Responsif Budgeting sejak sekitar tahun 2000.
“Sebuah alat untuk dari mulai perencanaan, penganggaran, pengawasan, dan tracking bagaimana belanja negara mendukung kesetaraan gender," kata Sri Mulyani dalam acara Capital Market Women Empowerment Forum secara daring di Jakarta, Rabu (22/12)
Sri Mulyani menjelaskan, adanya program tersebut karena belanja negara berpotensi menjadi sangat tidak seimbang manfaatnya bagi perempuan maupun lelaki. Bahkan dapat menjadi diskriminatif jika tidak melihat dari dimensi gender.
Dengan demikian, dalam merencanakan, menganggarkan, mengawasi, serta melakukan tracking, dimensi gender harus tetap terjaga agar dapat memberikan kesempatan yang sama. Sebab, kaum perempuan sering berhadapan pada kondisi sosial, budaya, dan norma yang menjadi kendala seorang untuk maju dalam peranan sosial dan ekonomi.
Sri Mulyani mengungkapkan, terdapat inovasi baru dalam APBN yang dikeluarkan pada awal tahun ini, yaitu melalui penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik untuk pelayanan perlindungan perempuan dan anak.
Ia berharap ini akan memberikan penguatan bagi pemerintah daerah dalam hal ini kabupaten atau kota, hingga kecamatan dan kelurahan, agar dapat mencegah kejadian-kejadian memilukan yang dialami oleh para wanita dan anak-anak perempuan belakangan ini.
“Seperti yang menimpa anak-anak perempuan Indonesia belakangan ini dan kalaupun terjadi kita bisa membantu sepenuhnya para korban," tuturnya.
Sri Mulyani menambahkan, dukungan tersebut tidak hanya akan diberikan dalam bentuk penganggaran, tetapi memberikan kesempatan yang sama baik dari sisi kesehatan seperti imunisasi, gizi yang baik, hingga kesempatan untuk sekolah.
Dengan demikian pada akhirnya kaum perempuan Indonesia dapat menjadi perempuan-perempuan yang produktif, sehat, dan bisa memberikan kebaikan tidak hanya pada dirinya, namun pada keluarga dan kepada bangsa kita.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
