Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Mei 2026 | 04.03 WIB

Defisit APBN Hampir Capai 1 Persen Hingga Maret 2026 Tembus Rp 240,1 Triliun

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro. (ist) - Image

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro. (ist)

JawaPos.com – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Maret 2026 mencatatkan defisit yang mendekati 1 persen atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp 240,1 triliun dengan keseimbangan primer negatif Rp 95,8 triliun.

Meski demikian, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro menyampaikan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih berada dalam jalur yang sehat dan terkendali. Bahkan, secara umum APBN tetap berfungsi optimal dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global.

“Kinerja APBN hingga 31 Maret 2026 menunjukkan fondasi fiskal Indonesia tetap kuat, sehat, dan bekerja efektif. APBN terus hadir menjaga daya tahan ekonomi nasional, mendukung masyarakat, serta memastikan agenda pembangunan berjalan konsisten,” ujar Deni dalam keterangan resmi, Kamis (30/4) malam.

Dari sisi pendapatan, Deni menyampaikan negara telah berhasil mengumpulkan Rp 574,9 triliun atau setara 18,2 persen dari target APBN. Realisasi tersebut tumbuh 10,5 persen secara tahunan atau year on year (yoy) yang mencerminkan ketahanan penerimaan negara di tengah tantangan global.

Selanjutnya, penerimaan perpajakan menjadi penopang utama dengan capaian Rp 462,7 triliun atau 17,2 persen dari target APBN, tumbuh 14,3 persen (yoy). Secara rinci, penerimaan pajak mencapai Rp 394,8 triliun atau 16,7 persen dari target, dengan lonjakan signifikan sebesar 20,7 persen (yoy).

Menurut Deni, pertumbuhan kuat ini didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, harga komoditas yang relatif stabil, serta peningkatan kepatuhan wajib pajak. Selain itu, transformasi digital dalam administrasi perpajakan juga berkontribusi besar terhadap optimalisasi penerimaan.

Sementara itu, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp67,9 triliun atau 20,2 persen dari target APBN. Atau tercatat terkontraksi sebesar 12,6 persen (yoy).

"Capaian ini memberikan kontribusi penting dalam menopang penerimaan negara, sekaligus mendukung pengelolaan perdagangan dan perlindungan industri domestik," jelasnya.

Sementara itu, penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun atau 24,4 persen dari target APBN. Meski mengalami normalisasi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kontribusi PNBP dinilai tetap solid dalam mendukung struktur pendapatan negara.

Lebih lanjut, Deni menyampaikan dari sisi belanja negara tercatat Rp 815,0 triliun atau 21,2% APBN, tumbuh 31,4% (yoyjauh lebih cepat dibanding tahun sebelumnya. Akselerasi ini, kata Deni, menunjukkan APBN bergerak cepat sejak awal tahun untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore