Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Maret 2021 | 06.32 WIB

Sandiaga Uno Ingin Kontribusi Sektor Parekraf ke PDB Capai 12 Persen

Menparekraf Sandiaga Uno berjalan kaki bersama stafnya dari Kantornya menuju Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (4/1/20). Walaupun jarak kantor kurang lebih 2 KM Sandiaga memilih berjalan kaki sambil berolahraga dibanding - Image

Menparekraf Sandiaga Uno berjalan kaki bersama stafnya dari Kantornya menuju Kementerian Perhubungan di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (4/1/20). Walaupun jarak kantor kurang lebih 2 KM Sandiaga memilih berjalan kaki sambil berolahraga dibanding

JawaPos.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menargetkan kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) akan meningkat dalam 5-10 tahun kedepan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB pada 2020 diperkirakan berada pada angka 4,1 persen. Sementara itu, pada 2019 lalu, kontribusi sektor pariwisata sebesar 4,7 persen.

Sandi menargetkan, kontribusi sektor parekraf terhadap PDB bisa menembus 10-12 persen dalam waktu 5-10 tahun kedepan. Pihaknya tak ingin hanya mengandalkan kepada wisatawan mancanegara, namun juga wisatawan lokal.

"Selama ini kita kan selalu memasang target berapa banyak jumlah wisatawan yang hadir ke Indonesia. Saya ingin mengubah target itu dari quantity menjadi quality," ujarnya dalam acara diskusi virtual, Senin (22/3).

Sandi mengatakan, dalam mencapai target tersebut, pihaknya melakukan dua kampanye nasional yaitu Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia. Sehingga, Kemenparekraf berkolaborasi dengan sejumlah pihak termasuk dengan media untuk bisa kembali membangkitan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga mempunyai '5 Destinasi Bali Baru' yang diharapkan bisa menpercepat pemulihan industri pariwisata. Namun Sandi menjelaskan, keberadaan destinasi baru tersebut bukan berarti akan mengambil jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali.

"Jadi, kita tetap berharap jumlah wisatawan ke Bali tetap meningkat namun dengan adanya 5 Bali Baru ini bisa menambah jumlah wisatawan," katanya.

"Jadi, 5 Bali Baru ini tidak mengambil kuenya Bali, tapi justru untuk memperbesar jumlah wisatawan sehingga bisa memperbesar kontribusi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap PDB," jelasnya.

Sandi optimistis, kebangkitan industri pariwisata dan ekonomi kreatif pada tahun ini akan membantu pemulihan ekonomi nasional. "Saya berharap semua destinasi wisata sudah menjalankan dengan ketat protokol kesehatan sehingga wisatawan tidak ragu lagi untuk berlibur," jelasnya.

Sebagai informasi, pariwisata termasuk salah satu sektor yang terkena dampak paling parah dari pandemi Covid-19. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) turun hingga 75 persen. Pada 2019, jumlah wisman lebih dari 16 juta. Namun pada 2020, angkanya turun menjadi 4,08 juta kunjungan wisman.

https://www.youtube.com/watch?v=9aGbHjGHmrM

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore