alexametrics

AAJI Sebut Kasus Jiwasraya Tak Bisa Jadi Tolok Ukur Kualitas Asuransi

22 Januari 2020, 18:10:08 WIB

JawaPos.com – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menyayangkan maraknya pemberitaan negatif tentang industri asuransi yang belakangan ini menjadi sorotan. AAJI menegaskan bahwa apa yang terjadi pada Jiwasraya maupun ASABRI tak bisa jadi tolok ukur kualitas asuransi.

Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan, hingga dengan Desember 2019 AAJI memiliki 60 perusahaan asuransi jiwa sebagai anggota. Dari angka tersebut, AAJI membuktikan bahwa apa yang menimpa Jiwasraya tidak terjadi pada mereka.

“Industri asuransi jiwa pada kuartal 3 tahun 2019 telah mencatat peningkatan pembayaran manfaat asuransi jiwa,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (22/1).

Togar mengungkapkan, hingga kuartal III 2019, AAJI mencatat pertumbuhan klaim yang dibayarkan sebesar 17,4 persen dari Rp 88,82 triliun menjadi Rp 104,3 triliun. Artinya, industri asuransi jiwa telah memberikan kontribusi yang signifikan kepada kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Indonesia.

“Sebanyak 62.581.600 orang telah memiliki perlindungan asuransi jiwa, meningkat sebesar 14,7 persen dibandingkan dengan kuartal 3 tahun 2018,” tuturnya.

Sementara total aset industri asuransi jiwa berjumlah Rp 548,72 triliun, dengan dominasi dana investasi jangka panjang yang ditempatkan pada program pembangunan infrastruktur pemerintah mencapai Rp 481,40 triliun.

Sedangkan dari segi penciptaan lapangan kerja, sampai dengan kuartal 3 2019 terdapat 622.286 agen asuransi jiwa dan 21.493 karyawan yang bergantung pada industri asuransi jiwa dalam memenuhi kebutuhan diri dan keluarga.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Romys Binekasri


Close Ads