Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Oktober 2021 | 21.15 WIB

Lewat Inkubator Bisnis Digital, Pemkab Tangerang Pacu UMKM Naik Kelas

Pekerja menyelesaikan pembuatan keripik usus ayam di industri rumahan, Sawangan, Depok, Jumat (28/5/2021). Usaha Kecil Menengah (UKM) Keripik usus merupakan salah satu camilan yang terbuat dari bahan usus ayam yang masih tetap eksis dan bertahan di masa p - Image

Pekerja menyelesaikan pembuatan keripik usus ayam di industri rumahan, Sawangan, Depok, Jumat (28/5/2021). Usaha Kecil Menengah (UKM) Keripik usus merupakan salah satu camilan yang terbuat dari bahan usus ayam yang masih tetap eksis dan bertahan di masa p

JawaPos.com - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung bukan hanya menyerang imunitas tubuh tapi juga perekonomian masyarakat. Bukan hanya mengancam nyawa tapi kebijakan aktivitas masyarakat yang belum normal juga mengancam pendapatan keuangan masyarakat.

Salah satu sektor yang paling terdampak kebijakan pandemi adalah sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Selama ini, pelaku usaha UMKM harus memutar otak untuk dapat bertahan di tengah masa sulit. Sehingga inovasi usaha perlu dikembangkan demi keberlangsungan usaha.

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyelenggarakan kegiatan Bela dan Beli untuk mengajak seluruh lapisan masyarakat berperan aktif meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan cara membeli produk produk UMKM.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung dan mewujudkan peningkatan penjualan produk UMKM, terlebih di tengah kondisi pandemi ini. Tentu saja upaya yang kita lakukan ini menjadi salah satu cara konkrit guna membangkitkan kembali sektor ekonomi dan derajat kehidupan sosial masyarakat kita secara luas," kata Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Sekretariat Daerah (Asda II) Yusuf, secara virtual dikutip Selasa (19/10).

Selain itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang Bagian Perekonomian Nurjannah Endah Rahayu mengatakan, pihaknya juga bekerjasama dengan Swiss German University melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi Digital Marketing Center atau IBT DMC.

Menurutnya, hal itu dilakukan untuk mewujudkan UMKM agar memiliki daya saing unggul. Melalui program tersebut pemerintah daerah mendukung segala pelaksanaan IBT DMC yang berupa pelatihan dan pendampingan UMKM, pembangunan fasilitas bersama dan peningkatan penjualan UMKM. Penyaluran dana program tersebut melalui APBD senilai Rp 1 miliar.

“Segala bentuk kegiatan di IBT DMC juga didukung oleh tenaga ahli dari Swiss German Univeristy, baik mahasiswa maupun dosen-dosenya yang berpengalaman, selain itu Swiss German Univeristy juga ikut turut serta mengembangkan UMKM lewat Dana Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Saat ini sudah ada 106 pendaftar yang terus mengembangkan usahanya agar terus lebih baik,” pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore