Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Agustus 2021 | 21.55 WIB

Neraca Perdagangan RI Kembali Surplus USD 2,59 Miliar

suasana bongkar muat peti kemas di dermaga nilam tanjung perak surabaya. frizal/jawapos - Image

suasana bongkar muat peti kemas di dermaga nilam tanjung perak surabaya. frizal/jawapos

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2021 mengalami surplus. Surplus terjadi karena nilai ekspor Indonesia lebih tinggi dari impor. Neraca perdagangan Indonesia Juli 2021 mengalami surplus USD 2,59 miliar terutama berasal dari sektor nonmigas USD 3,38 miliar. Sementara di sektor migas terjadi defisit USD 0,79 miliar.

“Ini juga memberikan indikasi bahwa ekonomi semakin membaik karena neraca perdagangan 15 bulan beruntun surplus, tertinggi di Oktober 2020 yang mencapai USD 3,58 miliar,” kata Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (18/8).

Margo memaparkan, surplus neraca perdagangan berasal dari ekspor pada bulan Juli 2021 sebesar USD 17,7 miliar meskipun turun secara bulanan sebesar 4,52 persen, namun naik secara tahunan sebesar 29,32 persen.

Ekspor nonmigas Juli 2021 mencapai USD 16,71 miliar, turun 3,46 persen dibanding Juni 2021, tetapi naik 28,26 persen dibanding ekspor nonmigas Juli 2020.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Juli 2021 mencapai USD 120,57 miliar atau naik 33,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD 113,77 miliar atau naik 33,17 persen.

Sedangkan nilai impor impor Indonesia per Juli 2021 mencapai USD 15,11 miliar turun 12,22 persen dibandingkan Juni 2021 atau naik 44,44 persen dibandingkan Juli 2020.

Nilai impor tersebut berasal dari impor migas Juli 2021 senilai USD 1,78 miliar, turun 22,28 persen dibandingkan Juni 2021 atau naik 86,39 persen dibandingkan Juli 2020. Sedangkan impor nonmigas Juli 2021 senilai USD 13,33 miliar, turun 10,67 persen dibandingkan Juni 2021 atau naik 40,21 persen dibandingkan Juli 2020.

Menurut golongan penggunaan barang, nilai impor Januari hingga Juli 2021 terhadap periode yang sama tahun sebelumnya terjadi peningkatan pada barang konsumsi USD 2.129,9 juta atau 25,70 persen, bahan baku atau penolong USD 20.385,2 juta atau 33,91 persen, dan barang modal USD 2.271,7 juta atau 17,53 persen.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore