
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
JawaPos.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengapresiasi kinerja Kementerian Investasi (Kemenves) yang baru dibentuk beberapa bulan lalu. Ketua Komisi VI DPR RI Faisol Riza memandang, sejauh ini Kemenves cukup responsif dalam menangkap peluang investasi.
Menurutnya hal itu sudah menjadi keharusan lantaran pemerintah menempatkan aspek investasi sebagai salah satu tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Faisol menyebut, kontribusi Kemenves sangat penting mengingat pemerintah tengah memperbaiki defisit fiskal.
Sementara belanja pemerintah, maupun konsumsi masyarakat masih terhambat akibat pemulihan ekonomi. "Peluang investasi juga cukup besar, sejumlah investor global juga siap untuk mengucurkan dana. Sekarang tinggal daya jangkau Kementerian Investasi saja yang diperluas," ujarnya, Kamis (3/7).
Faisol melanjutkan, untuk membantu pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi, selain mencari peuang investasi baru, Kemenves juga perlu menagih komitmen investasi asing yang belum terealisasi. Faisol berharap Kemenves dapat memastikan realisasi komitmen investasi yang selama ini terkendala.
Hal itu dapat dilihat dari track record Kemenves dalam menyelesaikan investasi mangkrak di kuartal sebelumnya. Sampai kuartal I 2021, Kemenves telah mengeksekusi Rp 517,6 triliun investasi mangkrak dari total Rp 708,0 triliun.
Faisol menambahkan, hal ini jadi salah satu kunci pertumbuhan investasi terutama yang berasal dari penanaman modal asing. "Selain itu, Kemenves juga harus memastikan investasi yang sudah masuk bisa berjalan dengan baik, amplifikasi keberhasilan ini akan sangat berguna untuk komunikasi dengan calon investor berikutnya," imbuhnya.
Adapun terkait koordinasi antarkementerian dan lembaga pemerintah, Faisol berharap hal ini masih dapat ditingkatkan. Sebab, Faisol menilai sektor investasi masih cukup monoton, dalam arti sedikit sektor memiliki dominasi yang besar.
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Kadin Shinta Kamdani Widjaja yang berharap Kemenves dapat mewujudkan target realisasi investasi sampai Rp 900 triliun. Meskipun ia mengaku hal tersebut bukan pekerjaan yang mudah.
"Sangat potensial untuk mencapai target Rp 900 triliun, hanya memang perlu kerja keras karena kondisi ekonomi saat ini belum mendukung adanya arus investasi yang deras ke negara berkembang. Sehingga pemerintah perlu memastikan iklim usaha dan investasi nasional dapat terus kompetitif untuk menarik investasi," ujarnya.
Tak cuma memastikan konsistensi UU Cipta Kerja guna memastikan daya saing investasi nasional, Shinta juga mengatakan perlu adanya reformasi struktural lanjutan untuk membenahi komponen-komponen biaya usaha yang masih mahal. Misalnya terkait biaya energi, logistik, suku bunga perbankan, hingga pajak dan cukai.
"Kepastian biaya dari komponen-komponen ini menjadi sangat penting bagi dunia usaha dalam menjalankan usahanya di Indonesia," pungkasnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
