
PF bertransformasi dan terus meningkatkan efektivitas kegiatan CSR agar lebih fokus, berdampak luas, dan berkelanjutan. Istimewa
JawaPos.com–Pertamina Foundation (PF) berkomitmen untuk menutup peluang munculnya kembali kerugian negara dalam program Gerakan Menanam Pohon (GMP).
Berkaitan dengan permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) yang diajukan beberapa pihak yang mengklaim sebagai relawan, PF menilai permohonan PKPU yang diajukan justru bisa berpotensi membuat kerugian negara terus berlanjut dan makin besar jumlahnya. Saat ini, PF sedang meminta pendapat dari instansi dan penegak hukum yang berwenang yang akan menjadi pertimbangan dalam memutuskan dan mengambil langkah serta solusi dari permasalahan terkait pelaksanaan program GMP.
”Pertamina Foundation tetap menghormati proses persidangan permohonan PKPU saat ini. Namun, kami mengimbau semua pihak, termasuk para pemohon PKPU, untuk bersama-sama mencegah kerugian negara dalam program GMP yang dapat berlanjut dan makin besar,” ujar Legal Officer Pertamina Foundation Syahrul Hakim.
Syahrul mengungkapkan, program tersebut diselenggarakan pada 9 tahun lalu dan saat ini telah memiliki keputusan pengadilan mengikat yang harus dipatuhi semua pihak pasca ditetapkan adanya pelanggaran hukum yang merugikan negara dalam pelaksanaannya.
”Sebelumnya, GMP merupakan salah satu kegiatan corporate social responsibility PT Pertamina (Persero) pada 2012–2014 yang dilaksanakan Pertamina Foundation. Berdasar putusan Mahkamah Agung RI pada 2018 (Putusan Nomor 1132 K/PID.SUS/2018) yang telah berkekuatan hukum tetap, dinyatakan adanya perbuatan melawan hukum yang merugikan negara dalam pelaksanaan program GMP,” terang Syahrul.
”Sisa dana program GMP juga telah dikembalikan ke negara sesuai perintah dalam putusan pengadilan,” tambah Syahrul.
Presiden Direktur Pertamina Foundation Agus Mashud S. Ansgari menegaskan, sebagai organisasi nirlaba, PF tetap fokus pada kegiatan di bidang sosial kemanusiaan. Terutama pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan masyarakat, olahraga, dan lingkungan hidup. PF juga terus bertransformasi dan mengembangkan diri untuk terus meningkatkan efektivitas kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan/CSR agar lebih fokus, berdampak luas, dan berkelanjutan.
Saat ini, lanjut Agus, PF mengembangkan program unggulan PFSeries dengan kegiatan pemberian beasiswa melalui melalui program PFprestasi serta pemberdayaan perempuan dan kelompok usaha melalui PFPreneur.
”Kami juga memfasilitasi gagasan dan inovasi melalui proyek-proyek kreatif dalam program PFmuda dan PFsains yang terbuka bagi seluruh generasi muda di negeri ini. PF juga hadir dalam berbagai aksi tanggap bencana dan pemberian bantuan termasuk membantu korban terdampak pandemi Covid-19 di Indonesia melalui program PFbangkit,” ucap Agus.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
