
Photo
JawaPos.com - Swasembada gula masih menjadi hal pelik di Indonesia. Tingginya ketergantungan terhadap gula impor membuat pemerintah mendukung usul konversi gula kristal menjadi gula cair.
Kendati sudah ada pabrik yang siap memproduksi massal gula cair untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, konversi bukanlah solusi yang bijaksana.
Executive Director Institute for Development Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan bahwa statement Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki soal gula cair memang tepat secara teori. Pasalnya, hampir semua gula impor memang diperuntukkan bagi industri serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Dengan mengonversi gula pasir menjadi gula cair, kebutuhan impor sudah pasti bakal berkurang," ungkap Tauhid kepada Jawa Pos kemarin (25/4).
Masalahnya, lanjut dia, realitas di lapangan tidak sesederhana itu. Salah satu fakta yang paling umum adalah harga gula lokal yang tidak semurah gula rafinasi yang diimpor.
Dia menambahkan bahwa produsen gula mancanegara unggul soal produktivitas lahan dan rendemen jika dibandingkan dengan produsen dalam negeri. Jika gula petani dikonversi, menurut Tauhid, harganya tidak akan bisa bersaing dengan gula impor.
"Pada akhirnya, harga jual produk mamin yang menggunakan gula cair bakal meningkat," ungkapnya.
Di sisi lain, Tauhid menegaskan bahwa petani harus tetap dimotivasi untuk mewujudkan swasembada. Maka, pemerintah harus menjaga daya saing usaha sekaligus kesejahteraan petani.
"Kuncinya adalah mengetahui dengan tepat, berapa kebutuhan industri. Jangan sampai ada rembesan rafinasi di tingkat ritel," ungkapnya.
Sebelumnya, Teten menyatakan bahwa kapasitas produksi gula bisa naik berkali-kali lipat lewat konversi gula kristal menjadi gula cair. Sebab, gula kristal hanya memanfaatkan kandungan sukrosa dari perasan tebu.
Sementara itu, gula cair memanfaatkan semua bagian yang sebelumnya dianggap limbah. Kendati demikian, solusi itu tidak akan bisa mengatasi defisit gula yang rata-rata 3 juta ton.
https://www.youtube.com/watch?v=yDjZm-gDs6M

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
