Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Maret 2021 | 23.56 WIB

Beda Statment Presiden Dan BPS Soal Impor Beras, Ini Penjelasan Bulog

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. Buwas mengatakan bahwa Indonesia siap mengekspor beras ke negara tetangga. Miftahul Hayat/JawaPos - Image

Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. Buwas mengatakan bahwa Indonesia siap mengekspor beras ke negara tetangga. Miftahul Hayat/JawaPos

JawaPos.com - Direktur Utama Bulog Budi Waseso menjelaskan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut sudah hampir 3 tahun Indonesia tak impor beras. Sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), faktanya RI dari tahun 2000-2019 tak pernah absen impor beras.

Ia membenarkan pernyataan Presiden bahwa memang tidak pernah impor beras hampir 3 tahun. Menurut Dirut Bulog, yang dicatat oleh BPS merupakan beras khusus.

"Memang Bulog selama 3 tahun ini tidak pernah impor," ujarnya dalam konferensi pers virtual, Senin (29/3).

Buwas menjelaskan, data BPS yang mencatat bahwa adanya angka beras masuk pada tahun 2019 karena kebutuhan beras khusus untuk kepentingan hotel maupun restoran.

"Beras khusus ini karena kebutuhan khusus di antaranya beras japonica, itu hanya untuk kepentingan-kepentingan khusus, untuk kebutuhan-kebutuhan hotel restoran yang bersifat khusus," jelasnya.

Beras khusus tersebut, kata Buwas, restoran atau hotel menggunakan pasokan swasta atau diimpor oleh swasta dan bukan oleh Bulog. Jadi, tidak ada beras umum yang diimpor dalam 3 tahun terakhir.

"Jadi tidak ada beras impor umum ya dari negara-negara lain yang masuk ke Indonesia,” tuturnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore