Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 4 Maret 2021 | 18.20 WIB

Bertekad Lepas dari Jeratan Impor, Ini Langkah Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu - Image

Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kemenkeu

JawaPos.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus berusaha untuk mengatasi ketergantungan impor di Indoensia. Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, langkah yang akan diambil adalah dengan melakukan sejumlah akusisi dengan perusahaan asing.

Erick menyebut, sejumlah inisiatif yang sedang dipersiapkan antara lain yaitu akuisisi peternakan, tambang fosfat, dan penambangan garam. "Beberapa inisiatif kami yang sedang direncanakan termasuk akuisisi peternakan, penambangan fosfat, penambangan garam di luar negeri untuk mengurangi ketergantungan impor," ujarnya dalam diskusi secara virtual, Rabu (3/3).

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari 88 inisiatif yang akan dilaksanakan pada 2021 hingga 2023 untuk meningkatkan rantai pasok, pertumbuhan dan kemajuan ekonomi nasional.

Erick berharap, langkah tersebut sebagai upaya untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara terbesar pada 2045. Sehingga Indonesia mencapai visi sebagaimana target yang telah disebutkan oleh presiden dan juga kabinet menjadi ekonomi terbesar kelima pada tahun 2045.

Di samping itu, kata Erick, pihaknya juga mendorong keterlibatan swasta dalam pembangunan nasional. Hingga saat ini proyek BUMN yang telah dikerjasamakan dengan swasta pun masih berlangsung. Dia berharap lebih banyak lagi swasta yang terlibat proyek dengan BUMN.

Adapun proyek yang akan menggandeng perusahaan asing maupun swasta salah satunya, industri baterai kendaraan listrik atau EV baterry. Dalam proyek ini, BUMN menggandeng beberapa perusahaan global yakni CATL dan LG Chem.

"Kami telah melibatkan pemain global di berbagai industri seperti CATL dari China dan LG Charm dari Korea untuk berkolaborasi dan mengambil bagian dalam mengembangkan ekosistem baterai EV nasional, dan tentu saja kami berharap dapat bermitra dengan lebih banyak perusahaan swasta, terutama perusahaan lokal," ungkapnya.

Kemudian, Kawasan Industri Batang. Di kawasan seluas 4.300 ha itu, BUMN bertanggung jawab untuk mengembangkan infrastruktur dasar. Sementara intuk investor swasta dapat berfokus pada bisnisnya dengan menjadikan Kawasan Industri Batang sebagai pusat otomotif, ICT, dan pusat manufaktur elektronik.

Lalu, ada Sarinah yaitu pusat perbelanjaan pertama di Indonesia sedang melakukan renovasi. Perusahaan yang memasarkan produk lokal ini nantinya juga akan menggaet swasta. Sarinah juga menjalin kemitraan dengan Dufry, rantai duty free terbesar dengan menawarkan 420 lokasi di seluruh dunia untuk menjual produk merek lokal Indonesia tertentu di gerai mereka secara global.

Selanjutnya, ada Sovereign Wealth Fund atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI). Lembaga ini akan mendanai proyek-proyek infrastruktur di Indonesia seperti tol, bandara dan pelabuhan. Di situ, swasta dapat terlibat melalui kemitraan ekuitas.

"INA diharapkan dapat memacu pembangunan nasional dan menarik investasi asing baru melalui kemitraan ekuitas bukan instrumen utang," imbuhnya.

Terakhir, ada zona ekonomi khusus Sanur. Erick menilai Sanur memiliki potensi besar untuk wisata kebugaran dan kesehatan. Menurutnya, swasta bisa bekerja di wilayah tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=CEe2tr_kYjU

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore