Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Agustus 2020 | 22.35 WIB

Berharap Belanja Pemerintah Bisa Selamatkan Indonesia dari Resesi

Pekerja saat mengamati suasana gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (19/8/2020). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi perekonomian Indonesia selama 2020 tumbuh minus 0,49 persen sebagai dampak pan - Image

Pekerja saat mengamati suasana gedung perkantoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (19/8/2020). Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memprediksi perekonomian Indonesia selama 2020 tumbuh minus 0,49 persen sebagai dampak pan

JawaPos.com - Daftar negara yang masuk jurang resesi bertambah panjang. Setelah Jepang dan Thailand, kini Skotlandia menyatakan resmi mengalami resesi. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Untuk menjawab pertanyaan itu dengan tepat, kita harus menunggu laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III nanti. Meski resesi membayangi, pemerintah tetap mengupayakan berbagai antisipasi. Khusus untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun ini, pemerintah memproyeksikan berada pada -1,1‒0,2 persen.

Tahun depan pemerintah memproyeksikan perekonomian akan tumbuh. Setidaknya, pada 4,5‒5,5 persen. Untuk mencapai itu, pemerintah harus berperan aktif menggenjot belanja pada kuartal III dan IV tahun ini.

"Yang bisa positif sampai akhir tahun itu memang satu-satunya hanya pengeluaran pemerintah. Sehingga pengeluaran pemerintah harus benar-benar digenjot seefektif mungkin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal III dan IV," jelas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu pada Rabu (19/8).

Dia menambahkan bahwa komponen pengeluaran seperti konsumsi rumah tangga dan investasi akan tumbuh negatif. Aktivitas perdagangan seperti ekspor dan impor juga masih tertekan sampai akhir tahun (lihat grafis).

Proyeksi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait dengan pertumbuhan ekonomi tahun ini pun mempertimbangkan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II lalu yang terkontraksi -5,32 persen. "Proyeksi 2020 itu kami revisi setelah kuartal II. Sekarang proyeksi kami minus 1,1 persen hingga 0,2 persen," katanya.

Kondisi itu memicu pemerintah merealisasikan dan mempercepat distribusi stimulus berupa perlindungan sosial. Anggaran perlindungan sosial pada program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang mencapai Rp 203,9 triliun diperkirakan terserap semua pada akhir tahun ini.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini 0,9‒1,9 persen. Dia melihat perekonomian global mulai menunjukkan perbaikan.

Meski terbatas, mobilitas masyarakat global sudah meningkat. Keyakinan konsumen dan bisnis pada banyak negara juga meningkat. Purchasing managers index (PMI) manufaktur di Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Tiongkok juga membaik.

"Indikasinya mulai terlihat di beberapa negara, khususnya Tiongkok. Didorong berkurangnya persebaran Covid-19 dan stimulus kebijakan fiskal yang besar," tuturnya.

Menurut dia, perekonomian global yang membaik mendorong perbaikan prospek kinerja sektor eksternal dan pemulihan ekonomi nasional. Sinyal positif itu mulai terlihat Juli.

Survei BI juga menyebutkan bahwa masyarakat kian optimistis dengan masa depan perekonomian nasional. Indeks keyakinan konsumen (IKK) Juli berada pada level 86,2. Angka tersebut lebih baik daripada Juni yang tercatat 83,8. Menguatnya keyakinan konsumen didorong aktivitas perekonomian yang perlahan kembali bergairah.

 

OUTLOOK PERTUMBUHAN EKONOMI 2020 : -1.1 – 0,2 %

Proyeksi Pertumbuhan Berdasar Pengeluaran 2020:

Konsumsi RT dan LNPRT: -1,3–0%

Konsumsi pemerintah: 2–4%

PMTB: -4,2 – -2,6%

Ekspor: -5,6–4,4%

Impor: -10,5 – -8,4%

Sumber: Kemenkeu

https://www.youtube.com/watch?v=ndIMxVOwefg

 

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore