Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 04.12 WIB

CORE: Saat Banyak Modal Masuk karena RUU Cika, Masalah Sosial Selesai?

Buruh dari berbagai daerah yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/8/2020). Aksi ini berkaitan dengan penolakan rencana pani - Image

Buruh dari berbagai daerah yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi demonstrasi menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (3/8/2020). Aksi ini berkaitan dengan penolakan rencana pani

JawaPos.com - Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja (Cika) masih menjadi pembahasan kontroversial, utamanya di kalangan buruh. Regulasi yang digadang-gadang dapat mempermudah investor tentu menjadi daya tarik investasi masuk ke tanah air.

Meski begitu, ekonom senior yang juga pendiri CORE Indonesia Hendri Saparini menilai rancangan regulasi yang disusun belum menyentuh permasalahan lain dari investasi masuk ke Indonesia. Soal kesenjangan dalam kepemilikan aset, misalnya.

"Kita tidak bisa kemudian memudahkan investasi saja. Permasalahan kita ini kan sangat luas di dalam masalah-masalah investasi. Tidak boleh ada kesenjangan di dalam mengakses sumber daya dan sebagainya," ujarnya dalam diskusi virtual, Jumat (21/8).

Ia menilai, regulasi tersebut hanya fokus pada kelancaran investasi melalui penyederhanaan regulasi. Tetapi, tidak mempertimbangkan implikasi lain yang mungkin timbul di kemudian hari.

"Nanti kalau investasi masuk sangat cepat, ekonomi memang akan tumbuh tinggi. Tapi pertanyaannya adalah, apakah struktur ini adil? Apakah ini juga akan menyelesaikan permasalahan-permasalahan sosial yang ada?" jelasnya.

Hendri menyarankan, pemerintah juga berfokus pada reformasi kebijakan. Reformasi kebijakan akan membuat investasi yang masuk menjadi lebih terarah.

"Apakah RUU Ciptaker ini akan menjadi senjata yang tepat untuk melakukan reformasi ekonomi? Menurut saya yang jadi PR sekarang ini bagi indonesia mereformasi dulu, tidak sekadar mendorong masuknya investasi," ucapnya.

https://www.youtube.com/watch?v=ndIMxVOwefg

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore