
Gedung Kementerian BUMN
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkan pemerintah bakal penyiapkan alokasi tambahan anggaran untuk perusahaan BUMN dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Disebutkan bahwa ada 12 BUMN yang akan mendapatkan tambahan dana.
Staf Khusus Menkeu Yustinus Prastowo pun menjelaskan bahwa yang di maksud bukanlah tambahan dana untuk BUMN, melainkan hanya realokasi anggaran saja.
"Itu bukan tambahan, kemarin kan masih digabung antara kompensasi dengan talangan, sekarang itu dipisah," kata dia kepada JawaPos.com, Kamis (4/6).
Sebagaimana diketahui, sebelumnya dalam program PEN, antara APBN 2020 yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2020 dan dukungan dana tambahan masih digabung. Terdapat tiga skema pembayaran, yakni penyertaan modal negara (PMN), pembayaran kompensasi serta talangan investasi.
Untuk PMN sendiri berjumlah Rp 25,27 triliun, dengan PT PLN Rp 5 triliun, PT Hutama Karya Rp 11 triliun, PT PNM Rp 2,5 triliun, ITDC sebesar Rp 500 miliar, dan BPUI sebesar Rp 6,27 triliun. Kemudian, pembayaran kompensasi Rp 94,23 triliun, untuk PT Pertamina Rp 48,25 triliun, PT PLN Rp 45,42 triliun dan Perum Bulog sebesar Rp 560 miliar.
Lalu, dana talangan investasi sebesar Rp 32,65 triliun, PT Garuda Indonesia Rp 8,5 triliun, Perumnas Rp 650 miliar, PT Kereta Api Indonesia Rp 3,5 triliun, PTPN Rp 4,0 triliun, PT Krakatau Steel Rp 3 triliun dan Perum Bulog Rp 13 triliun. Adapun total program PEN sebesar Rp 152,15 triliun.
"Kemarin kan masih digabung antara kompensasi dengan talangan, sekarang itu dipisah, jadi yang kompensasi itu PLN dan Pertamina karena itu haknya mereka. Pemerintah selama ini utang (pembayaran utang tercantum dalam Perpres 54/2020)," kata dia.
Sedangkan, saat ini dana tersebut dipisah, dengan rinician subsidi listrik untuk PT PLN sebesar Rp 6,92 triliun. Kemudian, bantuan sosial untuk Perum Bulog sebesar Rp 10,5 triliun.
Untuk dana PMN sebesar Rp 15,5 triliun. Dari Hutama Karya Rp 7,5 triliun, PT BPUI 6 triliun, PT PNM 1,5 triliun dan ITDC Rp 500 miliar. Kemudian, dana talangan modal kerja sebesar Rp 19,65 triliun. Rinciannya, Garuda Indonesia Rp 8,5 triliun, KAI Rp 3,5 triliun, PTPN Rp 4 triliun, Krakatau Steel Rp 3 triliun dan Perumnas 650 miliar. Jika di total jumlahnya Rp 52,57 triliun.
"Untuk yang murni PEN dan talangan itu yang Rp 52,57 triliun. Itu misahin aja sebelumnya, dari yang dulu digelondongin sekarang dipisah, makanya dikeluarkan yang Rp 90-an sekian triliun (Rp 99,58 triliun) itu, dan sekarang yang tersisa itu murni PEN, jadi yang PLN dan Pertamina (APBN 2020) itu dikeluarkan aja," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
