Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 17 Mei 2020 | 18.10 WIB

Aksi Viral Pedagang Buang Sayur di Malang, Kementan Beri Klarifikasi

Surat pertanyaan yang dibuat pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya. (Istimewa) - Image

Surat pertanyaan yang dibuat pelaku untuk tidak mengulangi perbuatannya. (Istimewa)

JawaPos.com - Menjelang penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), jagat maya dikejutkan dengan aksi viral para pedagang desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur yang membuang produk sayuran yang semestinya dijual. Bukan hanya membuang, sebagian sayuran dibagikan gratis kepada pengguna jalan yang melintas. Aksi disebut-sebut dilakukan lantaran panen sayuran tidak laku dijual.

Dirjen Holtikultura Kementan Prihasto Setyanto mengatakan aksi petani yang membagikan gratis ke pengguna jalan bukan karena harga panen sayur yang anjlok akibatkan melimpah panen dalam waktu bersamaan.

"Jadi itu buang sayur karena pasarnya itu tutup di sana (Malang). Jadi mereka nggak bisa jual sayurannya, jadi terpaksa sayur mereka dibuang-buang," ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Prihasto Setyanto melalui siaran pers, Minggu (17/5).

Prihasto menegaskan bahwa aksi buang sayur ke kali maupun aksi petani yang membagikan gratis ke pengguna jalan ini bukan karena harga panen sayur anjlok yang diakibatkan melimpahnya panen dalam waktu bersamaan.

"Kendala ini sudah diselesaikan, kita sudah selesaikan itu. Jadi sekali lagi, itu karena pasarnya tutup karena lagi lockdown," tutur dia.

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah guna mencegah penyebaran virus Covid-19 berdampak terhadap distribusi barang. Di Malang Raya, penerapan PSBB akan mulai diberlakukan hari ini, Minggu (17/05).

Sebagai informasi, video yang merekam aksi pedagang membagikan sayuran itu beredar dan viral di beberapa platform media sosial, seperti Twitter dan Instagram itu terjadi di pasar sayur Kedungboto. Sudah sejak lama pasar itu menjadi sentra perdagangan komoditas sayuran, hasil dari pertanian warga sekitar.

Dalam video tersebut, tampak seorang pedagang berhelm biru dan berbaju hitam ikut membuang sayur sawi ke sungai. Selain itu, tampak pedagang lainnya berbaju ungu dan oranye serta bertopi cokelat ikut aksi buang sayur sawi ke sungai tersebut.

"Wis entek duwik e golek maneh, ajur-ajur. Rombonge sisan. Wis gak onok maneh, (sudah habis uangnya cari lagi, hancur-hancur, rombongnya juga, sudah tak ada lagi)," ucap salah seorang petani dalam video yang itu.

Melihat hal itu, ia pun turut prihatin akan dampak dari PSBB, yang salah satunya adalah berkurangnya permintaan bahan pangan hasil petani. Sebab, banyak restoran atau usaha kuliner yang ditutup sementara waktu. "Semoga pandemi ini segera berlalu ya, jadi aktivitas kita bisa berjalan normal kembali," pungkasnya.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore