Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 Maret 2020 | 17.11 WIB

Pasar Saham Amblas 14,52 Persen, Stimulus Pemerintah Dianggap Tak Kuat

Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020). IHSG ditutup melemah 1,68% di level 5361,24 setelah sempat menghijau sebelum penutupan perdagangan sesi I.FOTO:MIFTAHULHAY - Image

Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020). IHSG ditutup melemah 1,68% di level 5361,24 setelah sempat menghijau sebelum penutupan perdagangan sesi I.FOTO:MIFTAHULHAY

JawaPos.com - Perdagangan pasar saham masih dibayangi kecemasan investor terhadap wabah virus korona. Diperparah pula dengan makin meluasnya wilayah penularan covid-19 itu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meskipun berhasil ditutup di zona hijau, namun selama sepekan lalu anjlok 14,52 persen. “Pasar saham Indonesia berhasil ditutup positif. Pada perdagangan Jumat merespons positifnya pasar Global dan regional,” kata Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee, Minggu (22/3).

Pergerakan IHSG dan nilai kapitalisasi pasar pada pekan lalu sama-sama mengalami penurunan sebesar 14,52 persen. Untuk IHSG berada pada posisi 4.194,944 dari 4.907,571. Nilai kapitalisasi pasar menjadi Rp4.854,050 triliun dari Rp5.678,279 triliun pada pekan sebelumnya.

Meskipun demikian, data rata-rata nilai transaksi harian dan rata-rata volume transaksi harian selama sepekan ditutup dengan menunjukkan peningkatan. Untuk rata-rata nilai transaksi harian mengalami peningkatan sebesar 2,12 persen menjadi Rp 7.987 triliun dari Rp 7.821 triliun pada pekan sebelumnya.

Kemudian, rata-rata volume transaksi harian juga menunjukkan peningkatan sebesar 15,35 persen menjadi 7.302 miliar unit saham dari 6.330 miliar unit saham pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami penurunan sebesar 12,94 persen sebesar 411.606 ribu kali transaksi dari 472.770 ribu kali transaksi pada penutupan perdagangan pekan sebelumnya.

Adapun Investor asing pada hari ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp 794,07 miliar. Sedangkan sepanjang 2020, jual bersih asing tercatat sebesar Rp 10,240 triliun.

Hans Kwee menyebut bahwa investor tidak begitu merespons stimulus kebijakan pemerintah. Seperti, pemotongan suku bunga acuan dan neraca perdagangan pada periode Februari 2020 surplus sebesar USD2,34 miliar.

Investor malah cenderung merespons pasar global seperti bursa Amerika. Bahkan, pada pekan depan IHSG masih diperkirakan berada dibawah level 4.000.

“IHSG berpeluang kembali tertekan turun dengan support di level 3.918 sampai 3.686 dan resistance di level 4.238 sampai 4.900,” ucapnya.

Awal pekan, kata dia, terdapat peluang tekanan tetapi di akhir pekan kami perkirakan IHSG dapat kembali naik terbatas. Pelaku pasar diharapkan dapat bersikap tenang dan tidak panik serta tetap rasional.

“Lakukan akumulasi beli bagi investor yang punya jangka waktu investasi lebih dari 1 tahun,” tutupnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore