
Sumber foto: YouTube Setpres Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
JawaPos.com - Kementrian Keuangan (Kemenkeu) mencatat kinerja APBN per 14 Desember 2022 mengalami defisit Rp 237,7 triliun atau 1,22 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menilai realisasi defisit tersebut jauh lebih kecil dari target tahun ini sebesar Rp 840,2 triliun atau 4,5 persen dari PDB. Bahkan, lebih kecil juga dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 617,4 triliun atau 3,64 persen PDB.
"Defisit ini menggambarkan APBN menjadi sehat kembali," ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KITA secara daring, Selasa (20/12).
Lebih lanjut, Menkeu memaparkan belanja negara per 14 Desember 2022 tercatat mencapai Rp 2.717,6 triliun. Sementara pendapatan negara mencapai Rp 2.579,9 triliun.
Secara rinci, realisasi belanja tersebut terdiri dari belanja kementerian/lembaga sebesar Rp 954,4 triliun atau terkontraksi 6,7 persen secara tahunan atau Years-on-Years (YoY).
"Belanja non kementerian/lembaga sebanyak Rp 1.013,5 triliun atau naik 51 persen (YoY)," lanjutnya.
Menkeu menjelaskan, realisasi belanja yang tinggi disebabkan non kementerian/lembaga disebabkan besarnya pengeluaran untuk subsidi dan kompensasi untuk masyarakat. Nilai pengeluaran tersebut tercatat sebesar Rp 268,1 triliun.
Besarnya nilai tersebut, kata Menkeu, menggambarkan APBN yang bekerja sangat keras melindungi masyarakat melalui belanja kementerian/lembaga ataupun non kementerian/lembaga.
Selain itu, bendahara negara ini juga membeberkan realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp 1.812 triliun atau tumbur 36,9 persen (YoY). Jumlah tersebut terdiri dari penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.927,4 triliun atau tumbuh 38,1 persen (YoY).
Adapun penerimaan negara bukan pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp 551,1 triliun atau naik 33,2 persen (YoY). Dengan defisit yang rendak Sri Mulyani mengatakan realisasi pembiayaan turun drastis sebesar 28,5 persen menjadi Rp 469,8 triliun dari Rp 656,8 triliun pagu yang dianggarkan.
"Keseimbangan primer tercatat Rp 129 triliun atau turun 145 persen (YoY) dari minus Rp 286,7 triliun serta terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) sebesar Rp 232,2 triliun," tandasnya.
Sebelumnya, Kemenkeu juga mencatat kinerja APBN pada Oktober 2022 mengalami defisit Rp 169,5 triliun atau 0,91 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Bahkan, defisit ini tercatat sebagai yang pertama sepanjang tahun 2022 karena sejak Januari hingga September APBN terus mengalami surplus.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
