
Ajang kompetisi bartender meracik minuman berbahan dasar teh 4th Dilmah Tea Mixology Playoff digelar di tahun ini digelar di Hyatt Regency, Jogjakarta pada 10-11 September 20199 diikuti 23 bartender dari berbagai hotel dan bar di Jogjakarta, Jakarta, Sura
JawaPos.com – Sejak 32 tahun berdiri, perusahaan teh asal Sri Lanka Dilmah Tea konsisten mengembangkan eksistensi teh di dunia. Di Indonesia sendiri, Dilmah baru berkembang selama 16 tahun, di bawah pengelolaan PT David Roy Indonesia.
Vice President PT David Roy Indonesia Eliawati Erly menjelaskan, keunggulan Dilmah Tea terletak pada keotentikan teh dan prinsip ethical. Bahan baku teh dibeli langsung dari petani setempat dan diproses secara ortodoks atau tradisional. Daun teh yang dipilih pun daun muda terbaik yakni pucuk hingga dua atau tiga daun teh teratas.
Erly menambahkan, bahkan sang founder Dilmah Tea Merrill J Fernando merupakan sosok yang mendedikasikan hidupnya untuk teh. Nama Dilmah sendiri berasal dari nama kedua putra Fernando, yakni Dilhan dan Malik. “Kami punya founder yang masih passionate banget, memberikan hidupnya untuk teh, umurnya kini 89 tahun, kami punya produk yang namanya diambil dari hati begitu, makanya kami sangat mengunggulkan story behind the tea,” jelas Erly saat ditemui di sela acara 4th Dilmah Tea Mixology, Rabu (11/9).
Selain itu, Dilmah Tea juga sebagai pionir tea gastronomy dengan mengadakan banyak aktivitas yang berkenaan dengan teh. Salah satunya Dilmah Tea Mixology Playoff tersebut. Sebuah ajang kompetisi bartender untuk meracik minuman berbahan dasar teh. 4th Dilmah Tea Mixology Playoff tahun ini digelar di Jogjakarta, tepatnya di Hyatt Regency selama dua hari, 10-11 September. Diikuti oleh 23 bartender dari berbagai hotel dan bar di Jogjakarta, Jakarta, Surabaya, Bali, Semarang, dan Bandung.
Juara ketiga diraih oleh Rendy Tritama Putra, perwakilan dari Sasanti Restaurant Yogyakarta dan mendapatkan Rp 2 juta. Juara kedua diperoleh Benedict Visantus Pramono dari Gozadera Bar De Tapas Surabaya dengan hadiah Rp 5 juta. Sedangkan juara pertama diraih oleh Muhammad Fahri Yusuf dari Pullman Hotel Central Park Jakarta. Fahri mendapat kesempatan untuk mengikuti Dilmah School of Tea di Sri Lanka selama satu minggu dengan total hadiah senilai USD 3.500.
“Bakalan jadi memorable in my life, bareng semua kontestan dari seluruh dunia, amazing! yang pasti the next journey bakalan sama Dilmah,” ungkap Fahri.
Bartender berusia 23 tahun itu tampil di hari kedua dengan mengkreasikan teh dari Dilmah varian Lapsang Souchong. Dalam presentasinya dia juga memberi sedikit gimmick dengan permainan kartu yang memukau kedua juri, bartender profesional Robert Schinkel dan Agung Prabowo.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
