
ilustrasi tenaga kerja atau buruh
JawaPos.com - HSBC menyebut perusahaan Asia Tenggara, terancam disisihkan dari rantai pasokan perusahaan multinasional apabila tidak mengimplementasikan strategi Environmental, Social dan Governance (ESG). Global Head of Sustainable Finance HSBC, Daniel Klier mengatakan, hal tersebut berdasarkan riset yang diambil oleh 1,731 perusahaan dan institusi penanaman modal terkait strategi bisnis ESG.
Riset ini didasari oleh respon dari lebih 300 perusahaan dan penanam modal di Asia–terutama Tiongkok, Hongkong, dan Singapore.
Menurutnya, laporan ini menemukan bahwa, secara global, insentif pajak dan pendapatan keuangan adalah dua pendorong terbesar bagi perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis terkait ESG.
“Namun, motivasi korporasi Asia berangkat dari rekan global mereka. Walaupun insentif pajak adalah pendorong terbesar, perusahaan- perusahaan Asia merasa bahwa tekanan dari pemangku kepentingan dan inisiatif rantai pasokan juga berkontribusi dalam mendorong pengambilan keputusan terkait ESG,” ujarnya di Gedung WTC Jakarta, Selasa (18/9).
Faktanya, rantai pasokan adalah penggerak terpenting kedua bagi kebanyakan perusahaan-perusahaan Asia. Kesenjangan antara adopsi strategi ESG oleh perusahaan Eropa dan Asia, dan sensitivitas perusahaan-perusahaan Asia terhadap tekanan pemangku kepentingan dan inisiatif rantai pasokan memunculkan pertanyaan tentang apa artinya ini bagi rantai pasokan atau supply chain.
“Dengan kepemimpinan Eropa dalam adopsi ESG yang semakin jelas, cukup masuk akal bahwa perusahaan-perusahaan besar akan mengharapkan perubahan serupa dalam pendekatan ESG oleh pemasok mereka. ASEAN semakin menjadi ‘gudangnya' rantai pasokan bagi beberapa benteng sektor untuk Jerman, Perancis, Inggris dan Cina, termasuk diantaranya elektronik, tekstil dan otomotif,” tuturnya.
Perusahaan- perusahaan ini membuat pernyataan yang sangat jelas dan lantang mengenai strategi ESG mereka. serta harapan mereka bagi para pemasok. Para pemasok di ASEAN yang tidak beradapatasi terhadap perubahann ini, akan beresiko ditinggalkan oleh klien mereka di Eropa.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
