
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
JawaPos.com - Pemerintah gencar mencari investor asing untuk menanamkan modalnya di sektor industri. Upaya ini, dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dan menghasilkan devis negara.
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto mengatakan, saat ini merupakan momentum yang tepat untuk pelaku industri dalam negeri untuk melakukan ekspansi. Hal ini, terlihat dari sektor manufaktur yang sedang menunjukkan geliat yang positif.
"Laporan indeks manajer pembelian atau Purchasing Manager Index (PMI) yang dirilis Nikkei dan Markit, pada Februari 2018 mencatat, PMI manufaktur Indonesia naik menjadi 51,4, dibanding bulan Januari di posisi 49,9," katanya, di kantor Kementrian Perindustrian (Kemenperin) dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (18/3).
Dia menambahkan, PMI di atas 50 menunjukkan bahwa manufaktur tengah ekspansif. Dari capaian PMI ini, Airlangga mengatakan bahwa ini memperlihatkan bahwa posisi ini merupakan peringkat tertinggi pada kondisi operasional sejak Juni 2016 atau 20 bulan yang lalu.
Selain capaian ini, Airlangga menambahkan bahwa ekonomi Indonesia berada di posisi Top 10 dan kontribusi ekspornya bisa mencapai 10 persen dari GDP. Dari hasil riset internasional yang dilakukan juga, Menperin mengungkapkan, Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk investasi.
"Misalnya, survei US News US News & World Report, dari 80 negara, Indonesia dinilai sebagai negara tujuan investasi terbaik kedua di dunia. Peringkat ini ditentukan berdasarkan tiga indikator, yakni populasi, jumlah GDP, dan pertumbuhan GDP pada 2016," bebernya.
Dari capaian ini, Menperin meyakini, Indonesia siap menghadapi dan menjalani revolusi industri keempat atau Industry 4.0. "Ada lima lighthouse industry yang kami siapkan, yaitu indutri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, elektronik, dan kimia," sebutnya.
Sementara untuk Industri Kecil dan Menengah (IKM), untuk meningkatkan akses pasar melalui online, Kemenperin meluncurkan program e-Smart IKM dengan bekerja sama bersama beberapa marketplace dalam negeri.
Airlangga mengungkapkan hal ini dari pertemuannya dalam Delegasi US-ASEAN Business Council di Kementerian Perindustrian. Rombongan Amerika Serikat (AS), dihadiri oleh HM Sampoerna, Mattel, Visa, Harley Davidson, BP, Honeywell, Novartis, Sanofi, Apple, Amway, Coca-cola, Exxon Mobil, dan P&G.
"Pemerintah mendorong adanya perjanjian bilateral untuk meningkatkan ekspor industri tekstil Indonesia ke AS. Saat ini, produk tekstil kita kena bea masuk di sana sebesar 12,5 persen. Sedangkan Vietnam, sudah nol persen karena ada agreement kedua negara. Jadi, perjanjian tersebut akan mendongkrak daya saing produk kita," terangnya.
Untuk itu, pemerintah tengah menyiapkanan diri dengan melakukan tindakan pengamanan perdagangan dalam menghadapi serbuan produk impor, menyusul imbas kebijakan kenaikan tarif impor baja dan alumunium di AS.
Tercatat, pada 2017, nilai investasi AS di Indonesia pada sektor manufaktur sebesar USD 86,1 juta, yang di antaranya tertinggi dari industri tekstil mencapai USD 14 juta dan industri makanan USD 12 juta. Lalu nilai ekspor Indonesia ke AS pada tahun 2017 sendiri, sebesar USD 17,7 miliar, dengan salah satu kontribusinya dari produk pakaian dan sepatu olah raga sebesar USD 4,5 miliar.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
