
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan neraca perdagangan pada Januari 2022 kembali mengalami surplus sebesar US$930 juta. Surplus ini menurun dibandingkan surplus
JawaPos.com - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Setianto, mengatakan kinerja neraca perdagangan Indonesia pada September 2022 mencatatkan surplus sebesar USD 4,99 miliar. Angka tersebut diperoleh berkat kontribusi ekspor yang mencapai USD 24,80 miliar, sementara impor hanya menyumbang USD 19,81 miliar.
Setianto juga mengatakan, neraca perdagangan Indonesia ini tercatat mengalami surplus selama 29 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Meski begitu, neraca perdagangan Indonesia pada bulan September masih lebih rendah dari pencapaian pada Agustus 2022 yang mencapai USD 5,71 miliar.
"Neraca perdagangan barang Indonesia sudah surplus sejak Mei 2020. Dengan demikian, surplus neraca perdagangan ini terjadi selama 29 berturut-turut," kata Setianto dalam rilis yang dipantau secara daring, Senin (17/10).
Ia memaparkan, surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca perdagangan nonmigas sebesar USD 7,09 miliar. Komoditas penyumbang surplus terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), serta besi dan baja (HS 72).
Adapun negara penyumbang surplus perdagangan nonmigas terbesar, yakni Amerika Serikat sebesar USD 1,25 miliar, India USD 1,21 miliar, dan Filipina sebesar USD 1,13 miliar.
Sedangkan neraca perdagangan komoditas migas masih menunjukkan defisit sebesar USD 2,10 miliar. Adapun, komoditas penyumbang defisitnya adalah minyak mentah dan hasil minyak.
Dengan kondisi ini, berarti neraca perdagangan secara kumulatif dari Januari 2022 hingga September 2022 mencatat total surplus sebesar USD 39,87 miliar. Ini naik 58,83 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.
“Bahkan, total surplus neraca perdagangan dari Januari 2022 hingga September 2022 ini, sudah melebihi capaian surplus neraca dagang pada sepanjang tahun 2021 yang sebesar USD 35,34 miliar,” pungkas Setianto.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
