JawaPos Radar

Perusahaan Asia Tenggara Tersisih Rantai Pasokan Bila Tak Terapkan Ini

18/09/2018, 18:28 WIB | Editor: Saugi Riyandi
Perusahaan Asia Tenggara Tersisih Rantai Pasokan Bila Tak Terapkan Ini
ilustrasi tenaga kerja atau buruh (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - HSBC menyebut perusahaan Asia Tenggara, terancam disisihkan dari rantai pasokan perusahaan multinasional apabila tidak mengimplementasikan strategi Environmental, Social dan Governance (ESG). Global Head of Sustainable Finance HSBC, Daniel Klier mengatakan, hal tersebut berdasarkan riset yang diambil oleh 1,731 perusahaan dan institusi penanaman modal terkait strategi bisnis ESG.

Riset ini didasari oleh respon dari lebih 300 perusahaan dan penanam modal di Asia–terutama Tiongkok, Hongkong, dan Singapore.

Menurutnya, laporan ini menemukan bahwa, secara global, insentif pajak dan pendapatan keuangan adalah dua pendorong terbesar bagi perusahaan yang melakukan kegiatan bisnis terkait ESG.

“Namun, motivasi korporasi Asia berangkat dari rekan global mereka. Walaupun insentif pajak adalah pendorong terbesar, perusahaan- perusahaan Asia merasa bahwa tekanan dari pemangku kepentingan dan inisiatif rantai pasokan juga berkontribusi dalam mendorong pengambilan keputusan terkait ESG,” ujarnya di Gedung WTC Jakarta, Selasa (18/9).

Faktanya, rantai pasokan adalah penggerak terpenting kedua bagi kebanyakan perusahaan-perusahaan Asia. Kesenjangan antara adopsi strategi ESG oleh perusahaan Eropa dan Asia, dan sensitivitas perusahaan-perusahaan Asia terhadap tekanan pemangku kepentingan dan inisiatif rantai pasokan memunculkan pertanyaan tentang apa artinya ini bagi rantai pasokan atau supply chain.

“Dengan kepemimpinan Eropa dalam adopsi ESG yang semakin jelas, cukup masuk akal bahwa perusahaan-perusahaan besar akan mengharapkan perubahan serupa dalam pendekatan ESG oleh pemasok mereka. ASEAN semakin menjadi ‘gudangnya' rantai pasokan bagi beberapa benteng sektor untuk Jerman, Perancis, Inggris dan Cina, termasuk diantaranya elektronik, tekstil dan otomotif,” tuturnya.

Perusahaan- perusahaan ini membuat pernyataan yang sangat jelas dan lantang mengenai strategi ESG mereka. serta harapan mereka bagi para pemasok. Para pemasok di ASEAN yang tidak beradapatasi terhadap perubahann ini, akan beresiko ditinggalkan oleh klien mereka di Eropa.

(mys/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up