Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Agustus 2021 | 21.10 WIB

BPS: Ekspor Juli 2021 USD 17,7 M, Tumbuh 29,32% Dibanding Tahun Lalu

Aktivitas bongkar muat petik kemas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) di Surabaya. Bank Indonesia (BI) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meningkatkan kepatuhan pengusaha melalui implementasi Sistem Informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika ( - Image

Aktivitas bongkar muat petik kemas di Terminal Petikemas Surabaya (TPS) di Surabaya. Bank Indonesia (BI) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai meningkatkan kepatuhan pengusaha melalui implementasi Sistem Informasi Monitoring Devisa terIntegrasi Seketika (

JawaPos.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, nilai ekspor Indonesia pada Juli 2021 turun 4,53 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi USD 17,7 miliar. Namun jika dibandingkan dengan tahun 2020 ekspor Indonesia naik sebesar 29,32 persen.

“Turun 4,53 persen kalau dibanding Juni 2021. Jadi sekali lagi saya ulangi, ekspor kita Juli 2021 mencapai USD 17,70 miliar turun 4,53 persen kalau dibanding Juni 2021," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (18/8).

Margo menjabarkan, penurunan nilai ekspor secara bulanan disebabkan karena turunnya ekspor migas 19,55 persen. Sementara non migas turun 3,46 persen tetapi naik 28,26 persen dibanding ekspor nonmigas Juli 2020.

“Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari hingga Juli 2021 mencapai USD 120,57 miliar atau naik 33,94 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor nonmigas mencapai USD 113,77 miliar atau naik 33,17 persen,” ungkapnya.

Margo merincikan, penurunan terbesar ekspor nonmigas Juli 2021 terhadap Juni 2021 terjadi pada besi dan baja sebesar USD 409,5 juta atau 20,56 persen, sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD 614,0 juta atau 32,42 persen.

Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan Januari hingga Juli 2021 naik 31,36 persen dibanding periode yang sama tahun 2020, demikian juga ekspor hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan naik 8,72 persen dan ekspor hasil tambang dan lainnya naik 49,13 persen.

Adapun ekspor nonmigas Juli 2021 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu USD 3,57 miliar, disusul Amerika Serikat USD 2,02 miliar dan Jepang USD 1,19 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 40,57 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masingmasing sebesar USD 3,18 miliar dan USD 1,55 miliar.

Menurut provinsi asal barang, ekspor Indonesia terbesar pada Januari hingga Juli 2021 berasal dari Jawa Barat dengan nilai USD 18,61 miliar atau 15,44 persen, diikuti Jawa Timur USD 12,93 miliar atau 10,72 persen dan Kalimantan Timur USD 10,88 miliar atau 9,02 persen.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore