
Ekonom muda Indef, Bhima Yudistira menyebut regenerasi ekonom di Indonesia berjalan lambat. (Hana Adi/Dok.JawaPos.com)
JawaPos.com – Indonesia butuh banyak ekonom baru untuk memberikan berbagai pandangan dan ide yang lebih segar. Namun, hampir dua dekade terakhir Indonesia tidak melakukan kaderisasi ekonom. Alhasil, keberadaan ekonom di Indonesia hanya itu-itu saja.
Setidaknya, itulah pandangan dari Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira. "Hampir 20 tahun kaderisasi ekonom hampir tidak ada," ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (27/10).
Padahal, lanjut Bhima, kedepannya Indonesia akan membutuhkan banyak ekonom-ekonom muda. Kebutuhannya pun bermacam-macam, mulai dari ekonom fintech, e-commerce, sampai dengan big data.
"Ekonom yang dibutuhkan sekarang bukan hanya pengamat fiskal, moneter dtapi pengamat ekonomi digital, spesialis S2 dan S3 nya dia ambil ekonomi digital," jelas dia.
Dirinya optimis jika banyak anak muda yang kedepannya bisa melebihi dirinya sebagai ekonom muda. Baginya, akan menjadi sesuatu yang menyenangkan melihat anak muda menyumbangkan pikirannya untuk kebijakan publik. Muaranya tentu untuk kebaikan masyarakat dan negara.
Selain itu, dirinya juga menyebut menjadi ekonom tidaklah merugikan. Secara relasi, ekonom memiliki potensi besar menuju jenjang yang lebih tinggi.
"Nggak rugi jadi ekonom kok. Jadi bisa eksplorasi banyak, teman diskusi jadi internasional dan repuasi dan soal pendapat tidak usah khawatir," tandasnya

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
