
OPTIMISTIS TUMBUH: Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memamparkan kondisi perekonomian nasional di masa pandemi Covid-19, Rabu (5/8). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)
JawaPos.com - Setidaknya sebanyak 143 perusahaan dikabarkan akan merelokasi usahanya ke Indonesia. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan mereka berasal dari Amerika Serikat (AS), Taiwan, Korea Selatan, Hongkong, Jepang, dan Tiongkok.
"Data dari BKPM terdapat 143 perusahaan yang memiliki rencana relokasi investasi ke Indonesia dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang," katanya dalam acara HSBC Economic Forum di Jakarta, Rabu (16/9).
Airlangga menyatakan, adanya rencana relokasi itu menandakan pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran berharga bahwa rantai pasok barang tidak bisa terpusat di satu negara. "Kini banyak perusahaan multinasional yang mulai relokasi dari Tiongkok ke negara Asia lain terutama ASEAN," ujarnya dikutip dari Antara.
Airlangga mengatakan hal ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menggantikan posisi Tiongkok sebagai tujuan investasi dari hubungan rantai pasok baru di pasar global. Meski demikian, ia menyadari bahwa risiko ketidakpastian pada tahun ini masih sangat tinggi. Sehingga, ekonomi Indonesia menghadapi tantangan baik eksternal dan internal.
Tekanan dari sisi eksternal merupakan ketidakpastian global yang berakar pada pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan perekonomian global diprediksikan masih buruk. Sementara dari sisi internal merupakan tekanan yang terjadi sejalan dengan perlambatan ekonomi dunia yaitu kontraksi ekonomi kuartal-II sebesar 5,32 persen.
Oleh sebab itu, Airlangga memastikan saat ini pemerintah sedang menyiapkan berbagai kebijakan dalam rangka mengatasi tekanan eksternal dan internal tersebut. Ia menjelaskan langkah dan kebijakan yang sedang diupayakan pemerintah di antaranya adalah segera menyelesaikan pembahasan RUU Cipta Kerja dengan DPR sehingga investasi dapat meningkat.
Kemudian, menyusun daftar prioritas investasi yang tidak hanya dengan pendekatan picking the winners. Akan tetapi, mencakup pula bidang-usaha yang akan diberikan fasilitas baik perpajakan maupun non-perpajakan.
"Keyakinan bahwa ekonomi Indonesia melalui kebijakan konkrit dan tepat akan dapat mengatasi tantangan yang sedang dihadapi pada 2020. Bersama kita harapkan ke depannya ekonomi Indonesia semakin kuat dan sukses," pungkasnya.
https://www.youtube.com/watch?v=lE4szea3aPk

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
