Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 23 Agustus 2015 | 00.40 WIB

Harus Waspada, Kredit Macet BPR Berbahaya

Kantor Bank Indonesia - Image

Kantor Bank Indonesia

JawaPos.com — Kondisi ekonomi nasional yang belum kembali bergairah, memberi dampak bagi sektor rill di daerah. Ini tercermin dari kinerja kredit bank perkreditan rakyat (BPR) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Data yang diperoleh dari Bank Indonesia Perwakilan Sulut  kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Sulut sebesar 21,84 persen periode yang sama tahun lalu.



"Juni 2015 NPL BPR Sulut sebesar Rp92,33 miliar atau meningkat 21,84 persen dibanding posisi sama tahun sebelumnya  sebesar Rp75,78 miliar," jelas Deputi Perwakilan BI Sulut, Yusnang, di Kantor BI Perwakilan Sulut, Jumat (21/8)



Yusnang menambahkan, peningkatan NPL BPR menandakan kesadaran masyarakat dalam mengembalikan kredit ke bank masih rendah. 



“NPL di sektor pertanian mencapai Rp542 juta, sektor industri Rp912 juta, sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp4,91 miliar. Kemudian, sektor jasa Rp765 juta, serta lainnya mencapai Rp85,20 miliar,” katanya



Terkait ini, Direktur Utama PT Bank Prisma Dana Roy Otto Awuy membenarkan kalau kredit  untuk sektor mikro atau di bawah Rp50 juta potensi bermasalah.



”Salah satu yang kami lakukan adalah rescheduling, karena kalau dibiarkan juga kami yang kena imbasnya,” kata Roy Sabtu (22/8) dari Manado.



Komisaris Utama PT BPR Bank Kawanua Joppie Lamonge mengaku ada peningkatan NPL pada BPR, dan  secara tidak langsung merupakan dampak pelemahan ekonomi global. “Meski tidak secara langsung, namun pelemahan perekonomian saat ini juga berdampak pada segmen usaha mikro dan kecil. Hal ini terkait daya beli masyarakat yang kurang, serta harga komoditas makin melemah,” sebut mantan CEO BNI Kanwil Manado tersebut.



Menurutnya, dampak pelemahan ekonomi secara keseluruhan menyebabkan usaha mikro kecil berkurang. Seperti produsen dan pemasok barang produksi untuk kegiatan ekspor. “Minim permintaan, dan dampak penguatan dollar serta pelemahan Yuan. Fluktuasi nilai tukar dan gejolak harga komoditas pasar global akan sangat mempengaruhi neraca perdagangan,” tambah Lamonge.(mp/ham/JPG)

Editor: Idham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore