
Kantor Bank Indonesia
JawaPos.com — Kondisi ekonomi nasional yang belum kembali bergairah, memberi dampak bagi sektor rill di daerah. Ini tercermin dari kinerja kredit bank perkreditan rakyat (BPR) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Data yang diperoleh dari Bank Indonesia Perwakilan Sulut kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Sulut sebesar 21,84 persen periode yang sama tahun lalu.
"Juni 2015 NPL BPR Sulut sebesar Rp92,33 miliar atau meningkat 21,84 persen dibanding posisi sama tahun sebelumnya sebesar Rp75,78 miliar," jelas Deputi Perwakilan BI Sulut, Yusnang, di Kantor BI Perwakilan Sulut, Jumat (21/8)
Yusnang menambahkan, peningkatan NPL BPR menandakan kesadaran masyarakat dalam mengembalikan kredit ke bank masih rendah.
“NPL di sektor pertanian mencapai Rp542 juta, sektor industri Rp912 juta, sektor perdagangan hotel dan restoran sebesar Rp4,91 miliar. Kemudian, sektor jasa Rp765 juta, serta lainnya mencapai Rp85,20 miliar,” katanya
Terkait ini, Direktur Utama PT Bank Prisma Dana Roy Otto Awuy membenarkan kalau kredit untuk sektor mikro atau di bawah Rp50 juta potensi bermasalah.
”Salah satu yang kami lakukan adalah rescheduling, karena kalau dibiarkan juga kami yang kena imbasnya,” kata Roy Sabtu (22/8) dari Manado.
Komisaris Utama PT BPR Bank Kawanua Joppie Lamonge mengaku ada peningkatan NPL pada BPR, dan secara tidak langsung merupakan dampak pelemahan ekonomi global. “Meski tidak secara langsung, namun pelemahan perekonomian saat ini juga berdampak pada segmen usaha mikro dan kecil. Hal ini terkait daya beli masyarakat yang kurang, serta harga komoditas makin melemah,” sebut mantan CEO BNI Kanwil Manado tersebut.
Menurutnya, dampak pelemahan ekonomi secara keseluruhan menyebabkan usaha mikro kecil berkurang. Seperti produsen dan pemasok barang produksi untuk kegiatan ekspor. “Minim permintaan, dan dampak penguatan dollar serta pelemahan Yuan. Fluktuasi nilai tukar dan gejolak harga komoditas pasar global akan sangat mempengaruhi neraca perdagangan,” tambah Lamonge.(mp/ham/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
