
ilustrasi pengeboran migas
JawaPos.com - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), membalikkan beberapa penurunan tajam hari sebelumnya saat pasar saham menguat dan dolar AS tergelincir. Meskipun demikian, kenaikannya dibatasi oleh situasi virus korona di konsumen minyak utama India.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik USD 1,55 menjadi menetap di USD 65,37 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli naik USD 1,66 menjadi ditutup pada USD 68,71 per barel di London ICE Futures Exchange.
Colonial Pipeline mengatakan pada Kamis (13/5) malam pihaknya telah memulai kembali seluruh sistem pipa dan telah memulai pengiriman di semua pasarnya. Jalur tersebut adalah saluran utama dari kilang-kilang Teluk ke Pantai Timur AS.
"Minyak naik karena pasokan bergerak lagi, baik melalui pipa atau sungai Mississippi," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago, dikutip dari Antara, Sabtu (15/5). "Yang membuat heboh adalah kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang kasus Covid-19 di India."
Ibu kota AS kehabisan bensin pada Jumat (14/5) meskipun jaringan pipa mulai beroperasi kembali. GasBuddy -perusahaan pelacak- melaporkan, pemadaman pompa bensin di Washington, DC, naik menjadi 87 persen, dari 79 persen sehari sebelumnya.
Pada hari yang sama, ekuitas global naik dan dolar tergelincir setelah pejabat Federal Reserve AS mengatakan tidak akan ada langkah segera untuk mengetatkan kebijakan moneter di ekonomi terbesar dunia itu. Karena harga minyak dalam dolar, melemahnya greenback membuat harga komoditas tersebut lebih murah bagi pemegang mata uang lain, berpotensi memacu permintaan.
Departemen Perdagangan AS mengatakan penjualan ritel April terhenti menyusul lonjakan 10,7 persen pada Maret. Revisi naik dari kenaikan 9,7 persen yang dilaporkan sebelumnya.
Sebelumnya, selama sepekan harga minyak berada di bawah tekanan buntut melonjaknya kasus virus korona di India. Faktor pemicu lain yakni kekhawatiran bahwa varian yang sangat mudah menular yang pertama kali terdeteksi di sana menyebar ke negara lain.
India pada Jumat (14/5) kemarin, melaporkan 343.144 kasus baru virus korona. Ini membuat penghitungan keseluruhannya melewati angka 24 juta, sementara kematian akibat Covid-19 naik 4.000.
"Kegagalan Brent untuk melebihi USD 70 tampaknya telah memicu penjualan oleh pelaku pasar spekulatif, terutama karena pengoperasian Colonial Pipeline sedang digenjot lagi di AS," kata Commerzbank.
Presiden AS Joe Biden meyakinkan pengendara bahwa pasokan bahan bakar akan mulai kembali normal akhir pekan ini. Bahkan ketika lebih banyak SPBU kehabisan bensin di seluruh Tenggara hampir sepekan setelah serangan siber memaksa penutupan pipa bahan bakar utama negara itu.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
