
Photo
JawaPos.com - Pemerintah menjamin ketersediaan bahan pangan pada periode menjelang Lebaran ini. Ketersediaan stok diharapkan bisa mencegah kenaikan harga.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian Agung Hendriadi optimistis stok semua komoditas pangan utama masih cukup untuk memenuhi kebutuhan periode puasa-Lebaran 2019. "Periode puasa-Lebaran ini juga berbarengan dengan masa panen," katanya kemarin (13/5).
Agung mengakui, memang sempat ada kenaikan harga bawang merah dan cabai pada April lalu. Hal itu disebabkan belum tibanya masa panen. "Tapi, Mei, Juni, panen kita sudah lebih. Malah saya khawatir harga itu jatuh," ujarnya.
Meski demikian, dua komoditas, yakni bawang putih dan daging sapi, masih di-support oleh impor. Sebanyak 90 persen kebutuhan konsumsi nasional bawang putih berasal dari impor. Agung menyebutkan, kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 600 ribu ton per tahun. Jumlah itu bisa dicapai jika luas tanam mencapai 60 ribu hektare dengan asumsi panen 10 ton per hektare.
ILUSTRASI: Pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pangan. Untuk bawang putih dan daging sapi masih diimpor. Tujuannya untuk menjaga kestabilan harga. (Dok. JawaPos.com)
ILUSTRASI: Pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pangan. Untuk bawang putih dan daging sapi masih diimpor. Tujuannya untuk menjaga kestabilan harga. (Dok. JawaPos.com)
Padahal, kondisi saat ini, luas tanam baru mencapai 20 ribu hektare dengan perkiraan panen 200 ribu hektare. Seluruh produksi dalam negeri ini dikonsentrasikan untuk ditanam kembali menjadi benih bawang putih. Diharapkan, pada 2021 Indonesia sudah swasembada.
"Per hektarenya butuh 4 ton. Para importer juga kami wajibkan dedikasi 5 persen untuk dijadikan benih," kata Agung.
Sementara itu, harga daging masih berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu per kilogram untuk daging segar, sedangkan daging beku Rp 80 ribu. Agung menyatakan, ada alternatif daging kerbau yang harganya berkisar Rp 50 ribu per kilogram.
Agung menyebutkan, kebutuhan konsumsi daging nasional mencapai 50-60 ribu ton, sedangkan produksi dalam negeri hanya berkisar 40 ton. Sisa sekitar 20 ribu ton disuplai dari impor dan dibantu stok dari Bulog.
ILUSTRASI: Pemerintah menjamin ketersediaan kebutuhan pangan. Untuk bawang putih dan daging sapi masih diimpor. Tujuannya untuk menjaga kestabilan harga. (Dok. JawaPos.com)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
