
Pekerja memanggul beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Minggu (17/5/2020). Pemerintah Indonesia melalui Perum Bulog memastikan bahwa stok beras di seluruh wilayah Indonesia aman hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H. Foto: Dery Ridwansah/ J
JawaPos.com - Rencana pemerintah memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sembako terus menuai penolakan. Kali ini disuarakan oleh pengurus Perhimpunan Pergerakan Nasional (PPI). Mereka dengan tegas meminta pemerintah dan DPR membatalkan rencana tersebut.
Presidium Pimpinan Nasional (Pimnas) PPI Andy Soebjakto menuturkan filosofi dasar negara menerapkan pajak adalah pajak untuk rakyat. "Bukan sebaliknya. Rakyat untuk pajak," katanya kepada wartawan Jumat (11/6). Dia menegaskan menolak pemberlakuan PPN untuk sembako maupun lembaga pendidikan.
Andy memahami bahwa pemerintah membutuhkan tambahan sumber pajak bagi kepentingan penyehatan APBN. Selain itu untuk keberlangsungan pembangunan. Karena itu, intensifikasi dan ekstensifikasi pajak patut untuk didukung. Apalagi, kata dia, pada faktanya memang rasio pajak di Indonesia masih rendah.
"Namun demikian, upaya-upaya menambah obyek pajak harus dilakukan dengan pertimbangan yang sangat matang," jelasnya. Terutama menyangkut kondisi perekonomian dan keadaan kehidupan rakyat sehari-hari.
Baginya rencana pengenaan PPN untuk sembako adalah kebijakan yang tidak bijak dan tidak tepat. Sebab bukan saja bakal menambah beban hidup masyarakat, tetapi juga akan menurunkan kredibilitas pemerintah di mata rakyat. Andy mengingatkan sembako adalah salah satu yang terpokok dari nafas hidup rakyat. "Jika dikenakan PPN, nafas rakyat bisa tersengal-sengal," jelasnya.
Sekjen Pimnas PPI Gede Pasek Suardika menambahkan rencana pengenaan PPN untuk sekolah juga tidak bijak dan tidak tepat. Dengan pengenaan PPN, beban sekolah akan digeser menjadi beban orang tua siswa. Artinya jelas akan menambah beban pendidikan bagi rakyat.
Pada sisi yang lain, kebijakan tersebut akan mendorong makin derasnya komersialisasi pendidikan. "Yang pada akhirnya akan meningkatkan ketimpangan akses siswa terhadap sekolah-sekolah yang bermutu," urainya.
Untuk itu Pimnas PPI dengan tegas mendesak pemerintah dan DPR agar rencana pengenaan PPN terhadap sembako dan sekolah tersebut dibatalkan. Keselamatan dan kesejahteraan kehidupan rakyat haruslah diutamakan. Setidaknya jangan diberi tambahan beban di masa-masa sulit seperti sekarang ini.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
