Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 April 2019 | 02.26 WIB

Permodalan Bagi Start-up Perlu Dibahas di Debat Kelima

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Jelang debat kelima calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres), kedua pasang calon terus bersiap diri. Sektor keuangan yang jadi salah satu tema pembahasan juga perlu di soroti.

Ekonom INDEF (Institute for Development of Economics and Finance), Bhima Yudhistira menilai permodalan untuk start-up alias yang online-online itu perlu menjadi sorotan pada sektor keuangan. Pasalnya, mereka selalu mendapat suntikan modalnya dari pihak asing.

Padahal, kondisi itu kurang menguntungkan lantaran komposisi saham investor asing bisa mencapai 70 hingga 99 persen, sehingga membuat status mereka kembali menjadi karyawan, dari asalnya pemilik.

"Karena yang online-online itu terlalu banyak mendapatkan suntikan modal asing karena susah mendapat modal dari dalam negeri," ujarnya kepada JawaPos.com belum lama ini.

Lebih lanjut Bhima mengatakan, dirinya justru tertarik menunggu gagasan dari kedua pasang calon dalam masalah akses permodalan ini. Pasalnya, start-up tidak bisa diberikan permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

"Apakah ini akan muncul gagasan bahwa bank BUMN punya kewajiban berapa persen menyalurkan kredit ke start-up. Karena mereka ini nggak bisa di kasih dari KUR kan. Jadi mereka banyak yang cari uang di luar negeri karena di dalam negeri kesulitan," ungkapnya.

Selain itu, dirinya juga menyoroti persoalan terkait masih sulitnya akses permodalan KUR bagi

Editor: Teguh Jiwa Brata
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore