
Pengemudi ojek onlie saat memasang baterai ke sepeda motor listriknya di Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) atau Swapping Station di SPBU Pertamina Gandaria, Jakarta, Sabtu (10/9/2022). PT Pertamina (Persero) akan memperbanyak Green
JawaPos.com – Industri pendukung dipastikan ikut bertransisi dalam pengembangan kendaraan listrik. Industri kecil menengah (IKM) yang selama ini masif terlibat di industri otomotif konvensional juga akan masuk ke dalam rantai pasok kendaraan listrik.
Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan, tidak perlu ada kekhawatiran terhadap kemampuan beradaptasi IKM. Sebab, itu juga menjadi perhatian pemerintah. ”Industri utamanya bertransisi, industri pendukungnya juga akan diajak bertransisi. Insentif kan juga meliputi motor dan konversi. Jadi, secara garis besar komponen masih sama, hanya beda di mesin. Pengerjaan konversi juga pasti akan melibatkan bengkel-bengkel,” ujar Taufiek.
Dia menambahkan, peraturan menteri perindustrian mengatur, dalam 153 komponen mobil listrik, sebanyak 80 persen komponen harus dipenuhi dari industri dalam negeri.
”Jadi, dengan adanya TKDN (tingkat komponen dalam negeri) itu, IKM khususnya anggota GIAM (Gabungan Industri Alat-Alat Mobil) itu tetap berproduksi. Sampai hari ini, tidak ada IKM atau supplier yang tutup, malah ordernya bertambah,” beber Taufiek.
Pihaknya juga telah menyampaikan kepada para IKM, dalam konteks kendaraan listrik jangan hanya melihat Indonesia. Tapi, IKM juga bisa menyasar pasar global dengan menyuplai komponen mobil listrik ke negara lain. ”Artinya, jangan sampai info ini (insentif kendaraan listrik, Red) mengganggu teman-teman yang ada di IKM dan mengecilkan hati, tapi justru ini sebenarnya potensi baru,” kata dia.
Jika sebelumnya ada teknologi internal combustion engine, lanjut Taufiek, sekarang ada tambahan baru mobil listrik dan sepeda motor listrik. ”Ini ada tambahan input baru buat mereka menambah inovasinya menyuplai komponen-komponen tadi,” imbuhnya.
Sementara itu, seiring dengan berbagai insentif, termasuk bebas uang muka atau DP nol persen, pelaku jasa keuangan optimistis pembiayaan kendaraan listrik bakal bertumbuh. Sekretaris Perusahaan BRI Finance R.M. Taufiq Kurniadihardja menegaskan, pembiayaan kendaraan listrik saat ini menjadi prioritas. Meski demikian, pihaknya mencermati sejumlah faktor terkait permintaan pasar, infrastruktur, dan ketersediaan unit.
Seiring dengan pelonggaran mobilitas, permintaan akan kendaraan listrik memang meningkat. Begitu pula kendaraan hybrid yang cukup menyita perhatian konsumen. ”Ditambah pemerintah memberikan insentif subsidi untuk pembelian mobil listrik. Permintaan pasar bisa cukup besar,” jelasnya kepada Jawa Pos.
Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mematok kredit kendaraan bermotor (KKB), termasuk kendaraan listrik, berkontribusi sekitar 10 persen terhadap penyaluran kredit konsolidasi. Optimisme tersebut sejalan dengan anggapan bahwa kendaraan listrik jauh lebih efisien dalam hal biaya konsumsi bahan bakar ketimbang kendaraan berbahan bakar minyak (BBM).
Direktur BCA Petrus Karim menyatakan, potensi pertumbuhan kredit di segmen kendaraan listrik cukup besar. Bahkan, BCA berani memberikan suku bunga yang kompetitif untuk kredit kendaraan listrik. Yakni, 2,25 persen untuk setahun. Ada pula 3,15 persen tenor dua tahun serta 2,95 persen untuk pembiayaan tiga tahun.
Untuk tenor empat tahun, suku bunganya 3,75 persen. ”Karena kita mau mendukung green policy, pertumbuhan dunia yang lebih sehat berorientasi sustainability. Tren kendaraan listrik terus meningkat,” katanya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
