
Adomas Jurenas (kiri), Head of Sales for South Asia at Teltonika’s telematics division. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perusahaan otomotif biasanya lebih banyak memantau konsumsi bahan bakar dan kondisi mesin seperti halnya kendaraan konvensional. Kini, fokus tersebut bergeser ke pemantauan baterai, proses pengisian daya, serta kesehatan sistem kelistrikan kendaraan.
Perubahan kebutuhan tersebut membuat teknologi telematika semakin penting karena mampu menyediakan berbagai data kendaraan secara real-time dan dapat diakses dari jarak jauh.
Namun, implementasi teknologi ini masih menjadi tantangan bagi banyak penyedia layanan lokal.
Adomas Jurenas, Head of Sales for South Asia at Teltonika’s telematics division, menjelaskan, pertumbuhan industri telematika tidak hanya diukur dari bertambahnya jumlah perangkat pelacak GPS yang terpasang, melainkan juga dari kemampuan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi pengguna kendaraan.
“Yang saya maksud dengan pertumbuhan bukan hanya memasang lebih banyak perangkat pelacak (GPS), tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi setiap pemilik kendaraan,” kata Adomas dalam Telematics Summit South Asia di Jakarta, Kamis (4/6).
Menurutnya, banyak perusahaan di South Asia masih menggunakan sistem GPS dasar, yang diantaranya membantu mengetahui posisi kendaraan, menunjukkan riwayat perjalanan, dan memberikan peringatan pelanggaran kecepatan.
“Namun, telematika modern saat ini mampu beroperasi lebih dari itu. Melalui summit ini, kami mengumpulkan para penyedia layanan telematika dari South Asia untuk menunjukkan teknologi yang sudah tersedia saat ini serta bagaimana cara mengimplementasikannya,” ungkap dia.
Dalam kesempatan ini pula, teknologi GPS diperagakan pada berbagai jenis kendaraan dan peralatan, mulai dari mobil, sepeda motor, alat berat, hingga mesin industri khusus.
Sementara itu, Giedrius Adomaitis, Product Owner for E-Mobility Teltonika, mengungkap perkembangan solusi telematika untuk kendaraan listrik. Menurutnya, kendaraan berbahan bakar konvensional dan kendaraan listrik memerlukan sistem pengelolaan yang berbeda.
Dia menjelaskan bahwa kendaraan berbahan bakar fosil masih mengandalkan sensor analog untuk memantau konsumsi bahan bakar, sedangkan kendaraan listrik membutuhkan pendekatan yang lebih digital dan terintegrasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022