Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 4 Januari 2022 | 22.28 WIB

Tren Inflasi Cerminkan Peningkatan Daya Beli Masyarakat

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Perkembangan inflasi sepanjang 2021 menunjukkan peningkatan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat kenaikan harga barang dan jasa sepanjang tahun lalu mencapai 1,87 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Margo Yuwono menuturkan, jika dilihat secara tahunan, tingkat inflasi bulan lalu merupakan yang tertinggi sepanjang 2021. "Inflasi secara tahunan tercatat tertinggi sepanjang 2021, bahkan sejak Juli 2020," ujarnya Senin (3/1).

Pada Desember, inflasi tercatat 0,57 persen. Angka itu lebih tinggi daripada kenaikan inflasi November yang mencapai 0,3 persen. Menurut Margo, inflasi juga terjadi karena indeks kepercayaan konsumen mengalami peningkatan. Dari 107,05 pada November menjadi 107,66 bulan lalu.

Selain itu, rata-rata kenaikan harga ditopang kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau. Misalnya, cabai rawit, minyak goreng, dan telur ayam ras. "Komoditas yang dominan sehingga andilnya besar terhadap inflasi Desember adalah harga cabai rawit. Andilnya 0,11 persen," jelasnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menuturkan, tren inflasi sejalan dengan peningkatan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat pada masa Natal dan tahun baru karena kondisi pandemi mulai terkendali.

"Melihat perkembangan inflasi, pemerintah terus memberikan dukungan terhadap akses pangan masyarakat, khususnya untuk kelompok miskin dan rentan, melalui pemberian bantuan sosial. Sampai 30 November 2021, anggaran perlindungan sosial sudah tersalur sebesar Rp 370,5 triliun atau 100,7 persen dari APBN 2021," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Jawa Timur (Jatim) Dadang Hardiwan mengatakan, inflasi yang terjadi di Jatim justru lebih tinggi daripada rata-rata Indonesia. Desember tercatat 0,69 persen. Hal itu menjadi kenaikan inflasi bulanan terbesar dalam tiga tahun terakhir. Mengalahkan rekor pada Desember 2019 sebesar 0,53 persen.

Pemicu inflasi pada akhir tahun, lanjut dia, masih sama dengan tahun sebelumnya. Yakni, sektor makanan, minuman, dan tembakau yang naik 2,12 persen. Dia mencontohkan harga cabai rawit yang berubah hingga 140 persen pada bulan lalu.

"Disusul sektor transportasi yang naik 0,81 persen; perawatan pribadi terkerek 0,54 persen; serta restoran yang melonjak 0,43 persen," ujarnya. Secara total, inflasi Jatim tahun lalu mencapai 2,45 persen.

TREN INFLASI SEPANJANG 2021

Januari : 0,26 persen

Februari : 0,10 persen

Maret : 0,08 persen

April : 0,13 persen

Mei : 0,32 persen

Juni : -0,16 persen

Juli : 0,08 persen

Agustus : 0,03 persen

September : -0,04 persen

Oktober : 0,12 persen

November : 0,37 persen

Desember : 0,57 persen

Total : 1,87 persen

Sumber: BPS

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore