Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 November 2021 | 18.55 WIB

Di KTT G20, Jokowi Kampanyekan UMKM 'Go Digital' dan Inklusi Keuangan

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan sendi perekonomian Indonesia. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Roma, Italia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen mendorong penguatan sektor usaha rakyat tersebut. Caranya, dengan inklusi keuangan dan transformasi ekonomi.

"Meningkatkan inklusi keuangan adalah prioritas Indonesia. Indeks keuangan inklusif kami sebesar 81 persen dan ditargetkan mencapai 90 persen pada 2024," kata Jokowi dalam pidatonya pada Sabtu (30/10) waktu setempat.

Agar target tersebut terealisasi, akses pembiayaan UMKM harus mudah dan murah. Pemerintah telah mengalokasikan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar USD 17,8 miliar atau sekitar Rp 253 triliun. Juga, bantuan presiden produktif usaha mikro sejumlah USD 1,1 miliar atau Rp 15,4 triliun.

"Hingga saat ini, lebih dari 10,4 juta nasabah dengan total pembiayaan USD 1,48 miliar," imbuhnya.

Jokowi menyebutkan, digitalisasi adalah kunci pemulihan ekonomi UMKM. E-commerce menjadi salah satu penggerak ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19. Nilai transaksinya bahkan bakal mencapai USD 24,8 miliar (Rp 347,2 triliun) tahun ini.

"Selama pandemi, 8,4 juta UMKM Indonesia telah memasuki ekosistem digital," jelasnya.

Dia menyebutkan bahwa keberpihakan G20 harus nyata bagi digitalisasi UMKM. Berupa dukungan pembangunan infrastruktur, kerja sama teknologi, perluasan konektivitas digital secara inklusif, serta peningkatan literasi digital bagi pelaku UMKM.

Terpisah, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira Adhinegara menilai, kehadiran bank digital dapat meningkatkan kapasitas pembiayaan UMKM. Mereka bisa memberikan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang sebelumnya tidak dijangkau perbankan. Dengan demikian, pemulihan ekonomi diharapkan dapat lebih cepat dan menyeluruh.

"Bank digital punya potensi untuk menyalurkan kredit ke segmen yang dianggap remeh atau ragu untuk meminjam ke perbankan. Termasuk UMKM," ucapnya.

Data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (Kemenkop-UKM) menunjukkan, jumlah UMKM mencapai 64,2 juta unit usaha. Kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,07 persen. Artinya, jika UMKM tumbuh, itu akan berimbas terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore